Menjadi Penuntun Dalam Hidup Pancaran Air Hidup 26 September 2026

26 September 2026

Bacaan: Mazmur 25 : 1 – 9  |  Pujian: KJ. 396
Nats: “TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan bagi orang yang sesat. Ia menuntun orang yang rendah hati berjalan menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang yang rendah hati.” (Ayat 8-9)

Jika kita pernah melihat pertunjukan wayang dan drama, tentu kita tidak asing dengan istilah “bermain peran.” Bagian ini biasanya menceritakan dan menggambarkan satu konteks kejadian beserta karakter tokohnya. Dan sebagian dari kita menikmatinya dalam berbagai ceritanya. Hal ini terbukti, sampai saat ini masih ada pertunjukan wayang dan drama dilakukan di lingkungan masyarakat, sekolah, gereja, dan tempat lainnya. Acaranya pun beragam, mulai dari yang resmi sampai yang bersifat hiburan santai. Namun perlu diketahui bahwa semua yang diperankan atau yang diceritakan dalam pertunjukan wayang dan drama itu memiliki maksud dan tujuan, tidak asal cerita dan asal tampil.

Daud mengungkapkan rasa syukur dan permohonannya kepada Tuhan. Hal itu tertuang dalam isi hati yang disampaikan dalam doanya kepada Tuhan. Bukan hanya harapan, ada keluh kesah dan keyakinan yang utuh dalam setiap doanya. Hal ini menunjukkan adanya kedekatan, ikatan, dan keintiman yang begitu hangat antara Daud dengan Tuhan sehingga suasana harmonis dalam teks ini juga dapat dirasakan oleh setiap pembaca maupun pendengar. Ada pengharapan akan kebutuhan yang disampaikan dan Tuhan memberi jawaban.

Apa yang menjadi ungkapan doa dan permohonan Daud kepada Tuhan menjadi contoh untuk kita lakukan dalam kehidupan kita. Kita perlu membangun hubungan yang baik dengan Tuhan Allah, melalui relasi, komunikasi, dan doa yang kita ungkapkan. Kita mengungkapkan hal-hal yang menjadi kebutuhan kita, kita mengungkapkan rasa syukur kita akan penyertaan dan perlindungan Tuhan. Mari kita menyadari bahwa hidup ini bukan hanya untuk kita nikmati sendiri namun hidup kita juga harus berdampak dan menjadi berkat bagi semua. Sudah selayaknya dalam kehidupan kita ini, kita menjadi bagian dari keberlanjutan karya Tuhan Allah kepada dunia ini. Jadilah pribadi-pribadi yang bisa membimbing dan menuntun orang lain untuk berjalan dalam terang Tuhan. Mari kita lakukan panggilan Tuhan ini dengan sukacita, membawa dan menuntun sesama kita pada jalan kehidupan di dalam Kristus. Amin. [YCDS].

“Karena Dia Sobatku.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak