Anak Muda Zaman Sekarang Pancaran Air Hidup Junior 26 Oktober 2026

26 October 2026

Bacaan: Ulangan 6 : 1 – 9  |  Pujian: KJ. 256
Nats: “Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya, ketika engkau duduk di rumahmu atau sedang dalam perjalanan, ketika engkau berbaring atau bangun.” (Ayat 7)

“Anak muda zaman sekarang beda ya dengan zaman kita dulu! Dulu gampang sekali diajak kumpul di gereja, sekarang susah.” Kita sering mendengar keluhan-keluhan tentang anak muda gereja kita. Tidak jarang mereka dibanding-bandingkang dengan pemuda di era tahun 1970 sampai era 2000-an. Kadang perbandingan tersebut juga terdengar oleh anak-anak muda kita dan menjadikan mereka tersinggung. Kondisi ini menjadikan mereka justru semakin enggan untuk berkegiatan di gereja. Karena ujung-ujungnya selalu dibanding-bandingkan dengan era sebelum-sebelumnya dan dianggap tidak lebih baik.

Inilah yang perlu kita pahami bersama. Zaman berubah, tantangan setiap masa juga berbeda. Ada yang menarik dari hasil penelitian Kemisan Balewiyata tahun 2023, terhadap 1.084 responden pemuda yang 80 % adalah Gen Z (anak-anak yang lahir antara tahun 1997-2012). Menarik jika kita perhatikan hasil penelitian tersebut:

  1. Lebih dari 90 % pemuda-pemudi bangga menjadi warga GKJW.
  2. 80 % lebih pemuda GKJW merasa kegiatan pemuda bermanfaat.
  3. Hampir 70% merasa bisa berekspresi di GKJW.
  4. Hampir 40% pemuda gen Z siap menjadi anggota majelis.

Namun dari survei tersebut juga terdapat beberapa hal yang mereka rasakan:

  1. 50 % lebih canggung dengan perbedaan usia yang jauh.
  2. Ada 50% lebih merasa suara mereka kurang dihargai oleh senior.

Artinya ada setengah lebih anak-anak muda bukan hanya merasa canggung, tetapi juga pendapat mereka kurang dihargai di tengah-tengah kehidupan bergereja.

Berkaca dari kenyataan ini, lalu bagaimana kita bisa melanjutkan panggilan kita meneruskan pengajaran iman seperti tradisi Israel di ayat 7 kepada anak cucu kita, jika jembatannya tidak terhubung dengan baik. Melalui hasil penelitian di atas kita melihat pemuda-pemudi kita sesungguhnya mencintai GKJW, bahkan rindu berkiprah di GKJW. Sungguh kita patut bersyukur atas semangat mereka. Maka mari kita rangkul mereka, kita bangun kedekatan dengan mereka, kita perkecil jarak antara yang muda dan yang sepuh. Dengarkan ide segar penuh inovatif mereka. Berilah mereka kesempatan berkarya. Kita percaya karya mereka akan semakin membuat indah persekutuan di GKJW. Amin. [PKS].

“Masa depan gereja adalah milik mereka yang menyiapkannya hari ini.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak