Bacaan: 2 Raja-raja 6 : 8 – 23 ǀ Pujian: KJ. 329
Nats: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” (Ayat 16).
Perasaan takut seringkali dialami oleh setiap manusia, seperti takut gelap, takut ketinggian, takut ular, dll. Perasaan takut yang berlebihan ini dapat menyebabkan seseorang mengalami fobia. Akibatnya dia dapat mengalami gangguan fisik dan mental. Tentu untuk sembuh, dia perlu berkonsultasi dengan psikiater, terlebih jika fobianya sudah mengganggu aktifitas, pekerjaan, dan kehidupan sosialnya. Maka dokter akan memberikan saran dan obat untuk menyembuhkan fobia itu. Di samping itu, seseorang fobia juga dapat melakukan terapi mandiri seperti istirahat yang cukup, menghindari mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, serta membayangkan hal-hal positif saat menghadapi situasi dan benda yang memicu fobia.
Bacaan kita pada saat ini mengisahkan tentang nabi Elisa pada saat menghadapi peperangan melawan bangsa Aram. Pada saat itu, datanglah sejumlah besar tentara dan pasukan berkuda bangsa Aram mengepung tempat tinggal Elisa di Dotan. Mengetahui dan melihat sejumlah besar tantara dan pasukan berkuda bangsa Aram itu, maka ketakutanlah pelayan Elisa. Katanya kepada Elisa, ”Celaka tuanku!” Apakah yang akan kita perbuat?” Melihat pelayannya yang merasa ketakutan, Elisa menguatkannya, “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Elisa berdoa agar pelayannya itu dapat melihat “tentara” Tuhan yang menyertai Elisa. Dan pelayan ini kemudian percaya pada kuasa Allah.
Dalam hidup bersama di tengah-tengah komunitas yang majemuk, bukan tidak mungkin sebagian orang Kristen mengalami ketakutan. Ketakutan itu muncul karena mereka melihat bagaimana orang Kristen seringkali diperlakukan semena-mena, tidak adil, dikucilkan, bahkan ditindas. Firman Tuhan saat ini mengajarkan agar kita tidak takut di tengah komunitas kita. Ada Tuhan di sisi kita, Dia selalu ada menyertai dan melindungi kita sebagaimana Dia menyertai dan melindungi Elisa. Mengakhiri bulan Ekumene saat ini, marilah kita membangun komunikasi dan bekerjasama yang baik dengan umat beragama yang lain. Kita tidak perlu merasa takut atau cemas, yakinlah Tuhan ada menyertai kita dimana pun kita berada! Amin. [AR].
“Dalam relasi antar umat beragama yang baik akan menciptakan kedamaian hidup.”