Bacaan: Yehezkiel 37 : 1 – 14 | Pujian: KJ. 445
Nats: “Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu.” (Ayat 14a)
Berbicara tentang mimpi, impian, cita-cita, harapan, pastilah setiap orang mempunyainya. Dan mestinya impian itu baik dan indah, meskipun dalam merancangnya setiap orang mempunyai latar belakang masing-masing. Ada yang mempunyai impian dan harapan karena melihat pengalaman orang lain yang mencapai keberhasilan dalam hidupnya. Ada yang memiliki talenta tertentu dan bermimpi dapat memaksimalkan talentanya sampai berhasil. Ada pula impian yang lahir dari pengalaman pribadi yang pahit atau kelam dan berharap dapat mengubahnya menjadi kebahagiaan.
Nubuatan yang disampaikan oleh Yehezkiel memiliki bermakna akan datang waktunya Tuhan membangkitkan kembali bangsa Israel, seperti tulang kering yang kembali hidup. Ini adalah sebuah jawaban sekaligus impian dan harapan bangsa Israel di tengah pengalaman keterpurukan hidup mereka. Bangsa Israel yang mengalami pembuangan, tercerai berai, dijajah layaknya tulang-tulang kering yang bertaburan di lembah, suatu saat akan dipulihkan dari keterpurukan yang tiada harapan. Nubuatan ini menjadi asa bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka bahkan Tuhan berfirman akan memberikan Roh-Nya, membuat mereka hidup dan berjaya di tanah mereka. Impian melalui nubuatan Yehezkiel ini diberikan dengan harapan bangsa Israel tidak kehilangan pengharapan dan mereka dapat menjalani kehidupan dengan penuh harapan bahwa Tuhan akan memulihkan mereka kembali.
Impian, harapan, cita-cita adalah tempat kita meletakkan pengharapan, melecut kita untuk mencapainya, serta memampukan kita bertahan di tengah situasi apapun, entah pada saat baik-baik saja ataukah di tengah situasi sulit. Dengan memiliki pengharapan akan datang masa yang baik, maka kita dapat menghadapi kehidupan. Meskipun impian dan harapan itu tidak kita ketahui pasti kapan terjadi, bahkan jalannya bisa jadi panjang dan melelahkan, namun itu tidak boleh melemahkan pengharapan kita. Sebab pengharapan akan mengasah dan menguji iman percaya dan keberserahan kita pada masa dan waktu Tuhan. Milikilah selalu impian dan harapan di dalam Tuhan, karena pengharapan itulah yang memampukan kita menghadapi kehidupan. (Sv).
“Pengharapan membawa kekuatan menghadapi kehidupan ”