Bacaan : Yohanes 5 : 1 – 9 | Pujian : KJ 31 : 1, 3
Nats : Tuhan, tidak ada orang yang mau menurunkan aku kedalam kolam itu… [ayat 7]
Setiap kita pastilah memiliki harapan-harapan di dalam hidup. Umumnya harapan menjadi lebih baik dari waktu kini. Misalnya; orang tua berharap anaknya dapat menjadi anak yang membanggakan, pengusaha berharap usahanya berkembang, guru berharap para muridnya berprestasi, pendeta dan majelis berharap gerejanya menjadi gereja yang berinovasi dsb. Harapan – harapan itu merupakan bayangan masa depan yang tentunya menjadi cita – cita bagi setiap orang.
Bacaan kita menceritakan tentang kisah seorang lumpuh yang telah 38 thn ia menderita sakit. Dia hanya berbaring di salah satu serambi kolam Betesda dan berharap ada orang yang mau mengangkat dan menurunkannya ke dalam kolam Betesda untuk sembuh. Harapan yang dipupuk orang itu membawa Yesus datang kepadanya dan mewujudkan pengharapannya. Memang Yesus tidak menggendong orang itu masuk ke dalam kolam Betesda, namun kedatangkan Yesus mewujudkan inti pengharapan yaitu kesembuhan bagi orang itu.
Dari peristiwa itu kita dapat belajar : Teruslah berharap! Manusia serba terbatas, seperti orang lumpuh di tepi Betesda adalah contoh keterbatasan. Karena keterbatasannya dia tidak mampu mewujudkan harapan pribadinya. Maka dia berharap ada kekuatan yang lain yang dapat menolong dia mewujudkan harapan hidupnya Jangan menyerah pada keadaan! Orang yang sakit itu tahu bahwa kemungkinannya sangat kecil ada orang yang mau mengulurkan tangan kepadanya. Tetapi dia tidak putus asa, dia tidak menyerah dan meninggalkan tepian Betesda. Sambil terus bersyukur dan berdoa dia terus memupuk harapannya.
Marilah kita terus berharap kepada Tuhan Yesus, karena Dialah yang menjadikan harapan kita menjadi kenyataan. Tuhan Yesus mengetahui keadaan kita, yang perlu kita lakukan adalah tetap percaya, tidak berputus asa sesulit apapun keadaan kita, pasti ada pertolongan Tuhan pada kita. Amin. [GaSa]
“Harapan adalah awal dari sebuah keberhasilan”