Bacaan : Roma 2 : 12 – 16 | Pujian : KJ 54 : 1, 4
Nats : ”Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela”. [ayat 15]
Adakah suatu bahasa universal yang dapat dipahami dan dimengerti oleh semua orang di seluruh dunia ini ? Jawabannya bermacam- macam. Bagi penggiat sastra dan literasi akan menjawab bahasa Inggris. Bagi mereka yang bergerak di dunia bisnis investasi jawabannya bisa berupa duit. Bahkan bagi mereka yang berjiwa seni akan menjawab musiklah yang menjadi bahasa universal. Pertanyaan bagi kita selaku orang percaya, bahasa universal apakah yang dapat menyatukan kita dengan sesama bahkan dengan Yang Ilahi?
Melalui suratnya Rasul Paulus ingin menegaskan bahwa di hadapan Allah semua orang bersalah, entah mengetahui hukum Taurat atau tidak. Mereka yang mengetahui Taurat tidak dapat menaatinya dengan sempurna, sehingga menaati Taurat tidak dapat menjadi jaminan untuk ”dibenarkan”, yakni dapat diterima oleh Allah. Namun, Allah menerima dan mengampuni manusia kerena apa yang telah Yesus lakukan yaitu pengorbananNya di kayu salib. Mereka yang beriman kepada Yesus beroleh pembenaran dari Allah. Bagi setiap orang percaya yang memiliki kesadaran dan mau menempuh jalan pergolakan dalam batinnya, maka hati nurani itu yang pada akhirnya akan menuntun untuk bertobat kepada Allah melalui Yesus. Singkatnya, Yesuslah bahasa universal itu!
Memasuki masa Pra Paskah ini, kita dituntun untuk kembali menyadari kerapuhan diri kita. Barangkali kita pernah merasa berada di posisi ”yang mengetahui hukum Taurat”. Merasa paling saleh dan merasa sudah menaatinya secara sempurna. Atau sebaliknya kita justru di posisi ”tidak mengenal sama sekali hukum Taurat” hingga dianggap tidak mengenal Allah sama sekali. Bagi kedua pihak tersebut, mereka semua diundang untuk datang kepada Allah melalui Yesus. Sebab Dialah jalan dan kebenaran, dan hidup.[ADS]
Datang saja pada Yesus, kini saatnya ! (KJ 358)