Bacaan : Yehezkiel 32 : 1 – 10 | Pujian : KJ 393
Nats : “Engkau menyamakan dirimu dengan singa muda di antara bangsa-bangsa. Tetapi engkau seperti buaya di laut” [ayat 2]
“Follback (follow back) dong…” adalah kalimat yang biasa dikirim melalui DM (Direct Messenger) di akun Instagram (sering disingkat IG, salah satu media sosial dimana kita bisa membagikan foto beserta caption-nya). Saya yang belum terlalu terampil menggunakannya agak bingung, kenapa semua orang minta di-follback? Apa faedah di-follback? Jawabannya ternyata sederhana….jumlah follower menentukan tingkat ke-keren-an kita di dunia media sosial. Bahkan, ada pula orang yang memperjual-belikan follower entah bagaimana caranya. Semakin banyak follower-nya semakin keren dan bisa semakin bangga. Bisa sombong dikit-lahhh….
Jika yang punya follower ratusan atau ribuan saja sudah bisa merasa diri keren dan bangga, Firaun punya lebih dari cukup alasan untuk berbangga diri. Dia adalah raja di sebuah wilayah yang subur, memiliki kekuatan militer yang ditakuti bangsa-bangsa lain dan memiliki peradaban yang sangat maju. Karena itu, Firaun memandang dirinya lebih tinggi, lebih unggul sementara diri dan bangsa lain direndahkan begitu saja, sombong. Melalui nubuatan Yehezkiel, TUHAN menyatakan penghukuman-Nya atas kesombongan Firaun. Firaun yang menyamakan dirinya dengan singa muda yang kuat dan tak kenal takut, sebenarnya hanyalah buaya yang dengan mudah dijerat dan dikalahkan di hadapan TUHAN. Kesombongan Firaun hanya akan membawanya pada kebinasaan.
Kesombongan sebenarnya sangat menggoda, karena pada dasarnya kita senang diakui dan dihargai lebih daripada orang lain. Masalahnya, kesombongan membuat kita menilai diri terlalu tinggi dan kemudian merendahkan orang lain. Sikap ini hanya membawa kita pada kehancuran. Menghindari kesombongan perlu latihan kesadaran diri, sadar bahwa apa yang kita miliki bukanlah benar-benar milik kita. Namun sebenarnya adalah milik Tuhan. Dengan kesadaran yang demikian, kita akan menghargai dan menilai diri sendiri sepantasnya dan tak akan berani sombong di hadapanNya. Eh….ngomong-ngomong, siapa lagi nih yang mau follow saya? [Rhe]
“Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan” (Ams 16:18)