Gagal Paham Pancaran Air Hidup 24 Februari 2022

24 February 2022

Bacaan: Kisah Para Rasul 3 : 11 – 16 | Pujian: KJ. 381
Nats:
“Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.” (Ayat 14)

Gagal paham adalah istilah yang berkembang di kalangan muda-mudi milenial untuk menyebut orang yang tidak memahami sesuatu dengan baik. Hal ini sering terjadi ketika seseorang terlalu cepat menilai sesuatu tanpa berusaha memahami dengan baik. Kebiasaan lebih cepat menilai daripada memahami dapat membuat manusia jatuh pada pemahaman yang salah, dan berakibat tindakannya pun salah. Lebih berat lagi, jika manusia gagal dalam memahami Tuhan dan karya-Nya bagi dunia.

Gagal paham, inilah yang terjadi dalam kisah orang-orang yang mengikuti Petrus dan Yohanes, yang kemudian mengerumuni mereka di Serambi Salomo. Mereka begitu takjub ketika melihat Petrus mampu menyembuhkan orang lumpuh (Kis. 3:110). Padahal menurut Petrus mereka tidak perlu merasa heran dan takjub ketika memahami siapa yang memberi kuasa kepadanya. Oleh karena itu, Petrus menegur orang banyak seperti yang tertulis dalam nats kita (ay. 14). Mereka terlalu cepat menilai tanpa berusaha memahami siapa Yesus. Akhirnya, Petrus kembali menekankan di ayat 16, “Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.” Dimana melalui penekanan ini diharapkan banyak orang sadar tentang siapa Kristus, dan menjalani hidup untuk memuliakan Kristus.

Dalam hidup kita saat ini, kemungkinan gagal paham juga biasa terjadi. Maka marilah belajar dari orang-orang yang menolak Yesus, seperti dalam bacaan kita. Jangan sampai kemudian kita menjadi orang-orang yang mudah “kagetan” dengan kuasa Tuhan dalam kehidupan ini. Marilah kita menjadi orang-orang yang senantiasa memuliakan Kristus melalui kehidupan yang kita jalani. Semua akan tercapai ketika kita lebih dalam mengenal Tuhan dan mengurangi penilaian kita pribadi. Memahami Kristus secara mendalam akan membuat kita memiliki pemahaman yang benar akan hidup yang telah dianugerahkan Tuhan, sehingga sikap hidup kita pun akan selaras dengan maksud dan kehendak Tuhan. Amin. [Kuh.C].

 “Memahami nilai akan lebih baik daripada menilai pemahaman.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak