Kelahiran Kristus Yang Membawa Sukacita Pancaran Air Hidup 24 Desember 2025

24 December 2025

Bacaan: Lukas 2 : 1 – 14  |  Pujian: KJ. 119
Nats: “Kata malaikat itu kepada mereka, ‘Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk segala bangsa.” (Ayat 10)

Salah satu penulis novel filsafat terkenal bernama Joseph Gaarder pernah menulis novel berjudul Cecilia and The Angel. Novel ini bercerita tentang seorang anak perempuan yang mengagumi dunia dan Sang Pencipta. Kekaguman yang dimiliki oleh si anak tersebut mendorong dirinya untuk merenungkan makna kehadiran seseorang di dunia. Melalui percakapan antara si anak perempuan dengan malaikat, muncul perenungan menarik tentang kelahiran seseorang. Pembaca diajak untuk merenungkan bahwa melalui kelahiran seseorang, maka dunia mengalami perubahan. Perenungan tersebut membuka satu nilai baik, yakni setiap orang berharga. Seseorang lahir ke dunia bukan tanpa tujuan dan alasan. Setiap orang memiliki keberhargaan dan peranan untuk membangun dunia yang sudah Tuhan ciptakan. Kelahiran memberikan kesukacitaan bagi dunia.

Hal yang sama juga kita hayati dan maknai melalui kelahiran Yesus Kristus. Kelahiran-Nya membawa dampak bagi dunia. Pada momen malam natal ini, kita diajak untuk mendalami kesukacitaan melalui kelahiran Yesus Kristus. Setidaknya, orang yang pasti merasakan kesukacitaan pertama adalah Yusuf dan Maria. Yesus Kristus lahir untuk menghadirkan kesukaan besar bagi dunia. Oleh karenanya, kelahiran Yesus Kristus kita maknai sebagai hadirnya perubahan bagi dunia. Setiap manusia memiliki pengharapan akan damai sejahtera serta kesukacitaan. Yesus menghadirkan kesukacitaan bagi segala bangsa.

Jika kita melihat dalam pengalaman hidup kita masing-masing, kita merayakan malam Natal dan menyambut Natal dalam berbagai macam perasaan. Barangkali ada di antara kita yang menyambut Natal dalam suasana gembira karena seluruh anggota keluarga dapat berkumpul. Namun, perlu kita mengingat bahwa ada saudara kita yang merayakan Natal dalam suasana kesendirian dan kecemasan. Dalam setiap pengalaman hidup yang kita rasakan saat ini, mari kita mengingat bahwa kelahiran-Nya memberikan pengharapan, kesukacitaan, dan damai sejahtera bagi kita. Bagi kita yang merayakan Natal dalam suasana kesendirian dan kecemasan, maka kesukacitaan Yesus Kristus menjadi penghibur dan kekuatan bagi kita. Bagi kita yang merayakan dalam sukacita, maka ingatlah untuk saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan teman dan pertolongan. Amin. [Prist].

“Setiap kita amat berharga, sehingga damai sejahtera Yesus Kristus harus dapat dirasakan oleh semua orang.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak