Kasih itu Peduli Renungan Harian 22 Mei 2019

Bacaan : Imamat 19 : 9 – 18 | Pujian : KJ 58
Nats : “tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.”[ayat 17]

Suatu kali Penatua Trimo sedang bersepeda sore dan melihat pak Dudu, seorang warga gereja sedang menonton judi sabung ayam di pinggiran kampung. Pak Trimo mengingatkan kepada pak Dudu agar segera pulang karena hal itu tidak pantas dilakukan dan yang terutama perbuatan tersebut adalah melanggar hukum. Namun teguran halus tidak didengarkan malah dijawab dengan gerutu, “sok sumuci, urusen urusanmu dhewe kono lho, kok ngurusi urusane wong liya!”. Pak Trimo kemudian pergi meninggalkan tempat itu. Namun tidak berselang lama kemudian ada raungan sepeda motor dan mobil polisi menggerebek tempat itu, menangkap para penjudi sabung ayam dan mereka yang menontonnya, termasuk Pak Dudu. Dari tepi jalan Pak Trimo melihat Pak Dudu tertunduk dibawa mobil polisi untuk diperiksa dan ditahan sementara. Malam hari itu juga pak Trimo menyampaikan hal tersebut ke rapat Majelis dan meminta untuk Majelis dapat mengunjungi dan memberikan pendampingan yang diperlukan kepada pak Dudu termasuk memberikan perhatian kepada keluarganya.

Menurut Pranata GKJW Bab III tentang tugas dan panggilan warga, dikatakan bahwa : Warga Greja Kristen Jawi Wetan, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama memiliki :

  • Panggilan untuk meningkatkan dan mencerminkan kehidupan Kristiani.
  • Tugas untuk mengupayakan dan menjaga agar setiap warga memperoleh pelayanan dalam segala bentuknya.

Penjelasannya : Warga adalah subyek dan sekaligus obyek pelayanan, sehingga tidak boleh ada seorangpun yang luput dan tercecer, menjadi warga itu karena anugerah (Yoh 15:16) dan karena itu pengertian hak dan kewajiban diganti dengan pengertian tugas dan panggilan yang keduanya bersumber dari dan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Allah.
Bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Trimo menegur perbuatan pak Dudu bukanlah semata-mata karena ia adalah seorang Penatua gereja, tetapi menyadari bahwa sebagai orang percaya ia bertanggung jawab bukan hanya untuk berperilaku baik tetapi juga memperhatikan saudara yang lain untuk juga berperilaku baik serta bersama-sama bertumbuh dalam iman. [PAY]

“Lawan dari kasih bukanlah benci tetapi tidak peduli”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •