Pewartaan Injil Pancaran Air Hidup 20 September 2022

Bacaan: 1 Korintus 9 : 19 – 23 | Pujian: KJ. 426
Nats:
“Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.” (Ayat 23)

Siapa yang tidak mengenal C.L Coolen? Dia adalah seorang Kristen awam yang kiprahnya dalam pemberitaan Injil Kristus mewarnai keberadaan GKJW hingga saat ini. Dalam upayanya memberitakan Injil di Jawa Timur, Coolen memberi perhatian penuh pada budaya setempat. Dia menyelami dan menghargai budaya Jawa yang dihidupi oleh masyarakat Jawa. Ini tergambar jelas dari pola berteologinya yang tetap berpijak pada kebiasaan-kebiasaan budaya Jawa. Bahkan ketika orang-orang tersebut telah menerima baptisan. Mereka tetap diperbolehkan memakai sarung, kebaya, memainkan wayang dan gamelan, dsb. Sebab baginya, perubahan hati dan tindakan sebagai wujud penghayatan iman kristiani menjadi hal yang mendasar. 

Paulus pun sungguh cakap dalam memberitakan Injil. Pesan Injil dapat sampai dengan efektif kepada semua golongan penerimanya. Sebab dalam pewartaan Injil yang dilakukannya, Paulus tidak melepaskan begitu saja konteks kehidupan dari para penerima Injil. Dalam ayat 20-22 terlihat jika Paulus rela ‘menjadi seperti’ orang-orang yang hendak dijangkaunya. Hal ini menegaskan bahwa Paulus memiliki pendirian yang tegas dalam menentukan batasan, yakni tidak melanggar ajaran Tuhan Yesus. Pemberitaan Injil yang dibawa Paulus masuk melalui kebiasaan dan kebudayaan mereka sehari-hari.

Metode pewartaan Injil C.L Coolen maupun Paulus dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kebiasaan-kebiasaan yang ada, aktivitas sesehari, tradisi lokal, permainan tradisional hingga dari pengalaman kehidupan seseorang, kita dapat mewartakan Injil. Pesan Injil dalam Alkitab dapat diberitakan secara kreatif dan lugas. Sebab Injil Tuhan merengkuh segala zaman dalam rupa-rupa kehidupan manusia. Menjadi tugas kita untuk terus mewartakan Injil Tuhan agar semua orang mendengar kabar sukacita dan keselamatan dari Tuhan Allah, pada akhirnya mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus. Mari dengan penuh sukacita kita menjadi pewarta – pewarta Injil Tuhan yang senantiasa mewartakan kasih dan karya Sang Kristus di dalam kehidupan. Amin. [garlic].

“Lakukan semua yang anda bisa untuk memberitakan Injil dan jika perlu gunakan kata-kata!”

 

Bagikan Entri Ini: