Bacaan: Mazmur 51 : 1 – 12 | Pujian: KJ. 23
Nats: “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” (Ayat 5)
Ada sebuah ungkapan “gajah di pelupuk mata tak nampak, semut di seberang lautan tampak”. Peribahasa ini menggambarkan manusia lebih mudah memandang kesalahan orang lain dibanding kesalahannya sendiri. Sedikitpun kesalahan yang diperbuat oleh saudaranya akan selalu nampak dalam hidupnya, namun begitu sulit melihat kesalahan yang sedang diperbuatnya. Tentunya hal ini merupakan kecenderungan manusia dalam manjalani kehidupan sehari-hari. Ia ingin selalu nampak lebih baik daripada yang lainnya, ingin dianggap lebih benar daripada yang lainnya. Pada akhirnya membutakan diri sendiri untuk berefleksi melihat kesalahan-kesalahan yang diperbuat.
Mazmur 51, menceritakan pengakuan yang mendalam bahwa Daud sudah melakukan kesalahan yang besar dihadapan Allah. Perzinahannya bersama Batsyeba mengurung Daud dalam belenggu penderitaan. Oleh sebab itu, ia mengungkapkan doa pengakuan dosa kepada Allah. Pertama, Daud memohon supaya dia ditahirkan dari segala dosanya. Ia pecaya bahwa Allah mampu mengubah yang kotor dan ternoda menjadi putih lebih dari salju (ay 9). Kedua dengan pengampunan Allah, Daud memohon supaya dapat mendengar kembali kegirangan dan suka cita. Ketiga, dalam segala kerendahan hati, Daud berharap Allah menyembunyikan wajah-Nya terhadap dosa yang diperbuatnya, Allah tidak memandang dosanya. Segala permohonan kepada Tuhan Allah itu merupakan bentuk penyesalan dan keinginan Daud untuk mendapatkan pemulihan dan diteguhkan imannya.
Melalui peristiwa pengakuan dosa Daud dihadapan Allah memberikan pengajaran bahwa untuk memperbaiki kesalahan ialah dengan cara mau mengakui kesalahan (ay 5). Umat diajak untuk mau mengoreksi diri sendiri untuk melihat sejauh mana kita mematuhi perintah-perintah Tuhan. Apakah dengan sepenuh hati sudah mampu menjalankan hukum kasih yang selama ini dinyatakan oleh Tuhan Yesus Kristus? Sudahkah hidup kita dipenuhi dengan pengampunan? Sudahkah hidup kita dipenuhi dengan kasih, kesabaran, ketekuan, ketaatan di dalam Kristus? Jika masih banyak rasa sakit kepada sesama, mari kita merendahkan diri di hadapan Allah supaya mendapatkan terang ke jalan kebaikan yang memberikan sukacita. Amin. (Ven).
“Untuk memperbaiki kesalahan ialah dengan cara mau mengakui kesalahan”