Bacaan: Galatia 3 : 15 – 22 | Pujian: KJ. 446
Nats: “Namun, Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya berdasarkan iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.” (Ayat 22)
Dombi adalah domba kecil yang nakal. Tidak mau mendengar nasihat ibunya. Suatu hari ia tersesat di hutan lalu terperosok di lubang berlumpur. Sekuat tenaga ia berusaha naik, tetapi selalu jatuh tergelincir. Lalu seorang bapak tua pencari kayu mendengar teriakannya dan bergegas menolongnya. Dengan upayanya sendiri, Dombi tidak mampu menyelamatkan dirinya, ia selamat karena pertolongan si bapak tua itu.
Demikian gambaran keselamatan yang dikaruniakan Tuhan. Sebab kerapuhan kita nyata dan kekuatan kita terbatas untuk menolong diri sendiri. Orang-orang Yahudi beranggapan bahwa keselamatan sejati tidak hanya dikaruniakan Tuhan, tetapi juga diperoleh dengan melakukan hukum Taurat. Para pengikut Kristus dipaksa tunduk pada hukum Taurat. Kesempurnaan melakukan hukum Taurat menjadi tolok ukur keselamatan. Tetapi Paulus menegaskan bahwa manusia hidup oleh janji Allah, bukan oleh usahanya melakukan hukum Taurat.
Ketika disadari hidup ini hanya oleh rahmat Tuhan, semakin rendah hati kita akui bahwa usaha kita tidak berarti apa-apa. Kita berjuang bukan untuk meraih keselamatan, melainkan sebagai wujud syukur dan komitmen kita untuk memelihara rahmat Tuhan. Kadang kepongahan membuat kita merasa segala pencapaian atau hal-hal baik kita raih adalah karena kekuatan kita. Begitupun sebaliknya, ketika ada di titik terendah seperti kegagalan, kita menjadi tidak berdaya dan putus asa. Bahwasannya dalam keadaan apapun, kita bergantung pada janji Tuhan. Demikianlah kita menghayati perjalanan pelayanan Yayasan Kesehatan GKJW. Dalam kerapuhan dan keterbatasan, kita percaya setiap karya yang dilakukan YK digerakkan oleh Roh Kudus yang tak henti menopang. Gerak laku panggilan pelayanan ini berpusat pada Kristus yang telah memanggil dan mengutus YK dan kita. Sehingga dalam keberhasilan, kita tidak jumawa, dalam kegagalan, kita tidak lekas putus asa. Karena janji penyertaan dan topangan Tuhan selalu menyertai kita, agar melalui setiap karya, kita dimampukan mewujudnyatakan komitmen untuk menjadi mitra Allah dalam mendatangkan kesembuhan dan kesehatan yang utuh bagi setiap mereka yang memerlukan. Amin. [wdp].
“Hidup kita bergantung pada janji pemeliharaan, janji berkat, dan janji keselamatan dalam Kristus.”