Apresiasi Diri Pancaran Air Hidup 20 Februari 2026

20 February 2026

Bacaan : Roma 1 : 8 – 17    |   Pujian : PKJ. 216

Nats: “Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersebar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.” (Ayat 8)

Dalam usaha/bisnis, modal usaha memiliki peran penting sebagai fondasi untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan usaha/bisnis, baik itu modal materi, keterampilan, maupun jaringan mitra. Selain untuk operasional harian usaha, inovasi dan pengembangan usaha, modal usaha memiliki peran dalam menghadapi ketidakpastian, risiko dan hambatan ke depan. Maka dari itu, kekuatan modal usaha perlu diupayakan dan dikelola dengan baik supaya tujuan dari usaha/bisnis yang dilakukan dapat tercapai.

Dalam suratnya kepada Jemaat Roma, Rasul Paulus memiliki kerinduan yang luar biasa untuk mengunjungi Jemaat di Roma. Dia bersukacita dan bersyukur karena keberadaan  persekutuan umat Tuhan di Roma yang senantiasa memelihara imannya menjadi kesaksian bagi seluruh dunia. Dengan sukacita dan syukur atas kesaksian itu, Rasul Paulus ingin membangun relasi yang lebih dekat dengan umat percaya di Roma dengan melakukan kunjungan. Paulus mengetahui bahwa persekutuan umat percaya di Roma ini memiliki modal dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, yaitu iman yang teguh. Kesaksian iman Jemaat di Roma tentu membawa berkat bagi orang yang mendengarnya. Hal inilah yang membuat Rasul Paulus sangat bersyukur dan memberikan apresiasi yang besar kepada Jemaat Roma. Ketika ia berkunjung ke Roma, ia berharap agar keteguhan iman Jemaat Roma ini dapat terus dirawat dan menjadi modal yang kuat bagi persekutuan umat percaya di Roma.

Kisah ini menjadi refleksi iman bagi kita. Ketika kita memberikan diri untuk percaya kepada Tuhan, iman adalah modal kita untuk menghadapi dinamika kehidupan dan tantangan yang ada. Oleh karena itu, iman kita harus diperkuat dan dikelola dengan baik, dengan cara mengapresiasi diri melalui ungkapan syukur, menjadi pribadi yang selalu berpikir positif, menjaga tutur kata dan sikap hidup kita, serta setia melakukan kehendak Tuhan. Dengan demikian, tujuan untuk merasakan damai sejahtera Tuhan dapat kita rasakan setiap hari. Bersediakah kita menjadi pribadi yang positif dan selalu mengapresiasi diri? Mari kita menjaga iman kita agar tetap terpaut hanya kepada Tuhan Allah Sang Sumber Kehidupan kita. Dan kita mengapresiasi diri kita dengan mengatakan pada diri kita, “Aku mampu melakukan, aku kuat karena Tuhan.” Amin. [YN].

“Aku hebat, aku kuat karena aku percaya kepada Tuhan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak