Bacaan: Roma 7 : 1 – 6 | Pujian: KJ. 356
Nats: “Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati terhadap hukum Taurat melalui tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.” (Ayat 4)
Ketika saya masih kecil, saya ingat bagaimana kedua orang tua saya dengan tegas menerapkan satu aturan dimana saya harus berada di rumah paling lambat pukul 17.00 WIB. Jika saya belum ada di rumah pada jam yang telah ditentukan tersebut maka saya akan mendapat hukuman. Kala itu saya menganggap kedua orang tua saya tidak sayang kepada saya, anaknya. Hal ini kemudian membuat saya sering melawan dan memberontak kepada mereka karena aturan yang mereka buat tidak membuat saya merasa bebas.
Bagian firman Tuhan yang kita bacaan saat ini merupakan nasihat Rasul Paulus kepada Jemaat Roma. Rasul Paulus tahu bahwa sebagian besar umat Tuhan di Roma adalah orang Kristen Yahudi yang masih memegang teguh aturan-aturan dalam hukum Taurat. Seperti kita ketahui, aturan pada hukum Taurat dibuat agar kehidupan umat dapat berjalan dengan baik dan teratur, namun jika aturan itu berubah menjadi sebuah aturan yang menekan seseorang, maka apa fungsi dari aturan tersebut. Untuk itulah, Rasul Paulus menasihatkan agar Jemaat di Roma bersatu dengan Tuhan Allah di dalam diri Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati. Harapannya, hidup mereka dapat menghasilkan buah dari kelekatan mereka dengan Sang Kristus. Mereka tidak lagi hidup di bawah bayang-bayang hukum Taurat, melainkan hidup di dalam Kristus.
Sering kali kita tidak memahami maksud Tuhan dalam hidup kita. Hari ini, kita belajar dari kisah hidup saya bahwa aturan yang diberikan orang tua kepada anaknya adalah baik, karena menuntun si anak berjalan di jalan kebenaran. Demikian pula Allah memberikan perintah dan aturan kepada manusia agar manusia hidup dalam kebenaran. Mari kita hidup dalam aturan Allah yang menuntun hidup kita pada keselamatan. Hiduplah dalam kasih-Nya agar hidup kita bisa menghasilkan buah yang dapat dilihat dan dirasakan oleh orang lain. Tuhan Yesus menolong dan memampukan kita hidup dalam kasih dan kehendak-Nya. Amin. [nda].
“Hiduplah dalam Kristus pasti engkau akan berbuah.”