Kok Yo Tega! Renungan Harian 2 Januari 2018

2 January 2019

Bacaan : Yakobus 3 : 13 – 18 | Pujian: KJ 436 : 1 – 2
Nats:
Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat ” [ayat 16]

Ironis manakala kita menyaksikan, melalui media elektronik (siaran televisi), adanya oknum Legislatif Daerah yang “meminta uang ketok palu” untuk pengesahan anggaran dana rehabilitasi sekolah yang terdampak Bencana Gempa di Lombok. Satu pertanyaan yang muncul di dalam batin kita: “Kok yo tega!” Di saat upaya dilakukan untuk menanggulangi dampak bencana ternyata ada oknum yang hanya mementingkan diri sendiri. Dari peristiwa ini nyata bahwa mementingkan diri sendiri mampu  membutakan  mata  batin  manusia,  menumpulkan  rasa solidaritas, membunuh rasa kemanusiaan.

Pengajaran dalam Yakobus 3:13-18 mengingatkan dengan sungguh dan tegas, bahwasanya iri hati dan mementingkan diri sendiri muaranya adalah kekacauan dan segala kejahatan (ayat 16). Iri hati dan mementingkan diri sendiri berasal dari hikmat dunia, dari nafsu manusia dan setan-setan (ayat 15). Suatu sikap batin yang bertentangan dengan hikmat dari atas/hikmat dari sorga. Kualitas hikmat sorga/dari atas adalah murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik (ayat 17). Semua itu dilakukan/ditaburkan (supaya tumbuh) dengan cara dalam damai (ayat 18).

Di antara perbandingan dua hikmat ini, surat Yakobus meminta untuk hidup dengan cara yang baik, yang lahir dari hikmat yang dari atas/sorga (ayat 13). Artinya pilihan hidup yang baik adalah hidup seturut dengan hikmat yang dari atas, bukan hidup seturut hikmat dunia.

Hal mendasar yang dapat dilakukan untuk tidak hidup menurut hikmat dunia yakni mengekang diri sendiri dari rasa iri hati dan sifat mementingkan diri sendiri. Karena mereka yang dikuasai rasa iri hati dan yang mementingkan diri sendiri, tidak mungkin untuk bisa peduli (solider) dengan keadaan orang lain yang menderita dalam ketulusan.Amin. [pnd]

“Mengekang diri dari iri hati dan mementingkan diri sendiri, lahan subur bagi tumbuhnya solidaritas”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak