Ayam Betina Merah Pancaran Air Hidup 2 April 2026

2 April 2026

Bacaan: Keluaran 12 : 1 – 14  |  Pujian: KJ. 158
Nats: “Darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah tempat kamu tinggal. Ketika Aku melihat darah itu, Aku akan melewati kamu.” (Ayat 13a)

Seekor ayam betina merah bersukacita karena kesepuluh telurnya menetas dengan sempurna. Suatu hari, dia membawa anak-anaknya keluar dari kandang untuk berjalan-jalan di sekitar kebun. Ini adalah pengalaman pertama anak-anak ayam itu keluar dari kandang. Tiba-tiba ada api yang membakar semak-semak rumput kering di kebun itu. Ayam betina merah itu memanggil anak-anaknya supaya berlindung di bawah sayapnya, lalu dia membawa anak-anaknya itu menjauh dari api. Ternyata ada seekor anak ayam yang  tertinggal di tengah semak-semak. Setelah memastikan kesembilan anaknya berada di tempat yang aman, ayam betina merah itu kembali berlari ke semak-semak mencari anaknya. Api semakin besar membakar semak-semak dan ayam betina merah itu telah dikelilingi oleh nyala api. Beberapa saat setelah api bisa dipadamkan, pemilik perkebunan memastikan kembali jika mungkin masih ada sisa-sisa api. Dari kejauhan dia melihat ada kepulan asap, setelah didekati ada yang terbakar hangus. Ternyata yang hangus itu adalah ayam betina merah. Saat bangkai ayam itu hendak disingkirkan, ada seekor anak ayam bercicit keluar dari sayap induknya yang telah mati. Di tengah kobaran api, ayam betina merah itu telah menemukan anaknya dan melindungi di bawah sayapnya, tetapi dia tidak bisa menyelamatkan dirinya.

Allah memerintahkan umat Israel agar masing-masing keluarga mengorbankan seekor anak domba dan darahnya dioleskan pada ambang atas dan kedua tiang pintu rumah. Ini menjadi tanda supaya Allah melewati rumah mereka dan menyelamatkan mereka dari tulah. Setelahnya mereka mengadakan perjamuan makan Paskah dengan pinggang terikat karena mereka akan diselamatkan dan keluar dari tanah Mesir. Orang Israel harus melakukan perintah itu agar mereka selamat.

Kurban anak domba dan pengorbanan ayam betina merah seperti halnya pengorbanan Yesus di kayu salib. Dia rela mengorbankan diri-Nya demi menyelamatkan manusia dari dosa. Seperti halnya perintah Allah kepada bangsa Israel, Kamis Putih menjadi penanda agar kita juga benar-benar mau mendengar dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah agar kita mendapatkan keselamatan sejati melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Amin. [cha].

“Kurban darah Yesus mendamaikan dan menyelamatkan manusia dari dosa.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak