Ditinggal Sendiri Pancaran Air Hidup 2 April 2021

2 April 2021

Bacaan : Mazmur 22 : 1 – 12 | Pujian : KJ. 170
Nats
: “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” (Ayat 2a)

Saat berdiri di dekat peti mati ayah yang telah dipanggil Tuhan, rasanya hati ini hancur. Ah, mengapa saya ditinggal sendirian? Mengapa Tuhan memanggil ayah di saat saya masih membutuhkan beliau? Tidak ada lagi tempat untuk bercerita. Tidak ada tempat berbagi cerita tugas-tugas pelayanan. Tidak ada lagi tempat berkeluh kesah. Tidak ada lagi yang menyemangati dan menguatkan saat saya merasa lemah, saat saya melayani. Tidak ada lagi yang menunggu di depan rumah saat saya pulang kampung halaman, walau tengah malam sekalipun beliau tetap setia menunggu di depan rumah. Di saat itulah saya merasa bahwa saya tetaplah putri kecil beliau. Dan benar-benar saya kehilangan sandaran dan seolah-olah kehilangan harapan.

Perasaan kehilangan harapan juga dirasakan oleh Pemazmur. Saat Daud mengalahkan Goliat, dia dielu-elukan oleh banyak orang Israel. Tetapi dia dibenci oleh Raja Saul karena rasa iri hati dan takut jika Daud akan memberontak. Di saat itulah Raja Saul selalu berusaha untuk membunuh Daud. Di saat itulah Daud merasa sendirian, merasa tidak berdaya, merasa hatinya pedih. Dia merasa bahwa Tuhan yang telah mengurapinya sekarang meninggalkannya, membiarkannya mengalami penderitaan itu. Sehingga dia berseru “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”. Daud membutuhkan sandaran seperti seorang bayi yang mencari sandaran aman di dada ibunya (ay. 10-11). Perasaan seperti Daud, itu juga yang dirasakan Yesus di atas kayu salib sehingga Dia juga berseru sama seperti Daud. Penderitaan, kesakitan harus dialaminya seorang diri. Yesus merasa sendirian di atas kayu salib itu. Seruan “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” (Matius 27:46) menandakan bahwa Yesus membutuhkan sandaran dari penderitaan yang dialami-Nya. Tetapi apakah benar Dia ditinggalkan sendiri? Penderitaan yang harus dialami baik oleh Daud maupun Yesus justru menunjukkan tindakkan Ilahi dan kasih Allah yang sedang diwartakan dan membebaskan banyak orang. Akhirnya Daud menjadi raja Israel, penyaliban Yesus membawa keselamatan bagi semua orang percaya.

Saya yang berdiri di dekat peti mati ayah, nyatanya tidak ditinggal sendiri. 33 tahun beliau membentuk dan mendampingi saya dengan sangat baik sekarang saatnya untuk melanjutkan karya dan kasih beliau untuk sesama. (cha)

 “You are not alone, I’m here with you” (Michael Jackson).

Renungan Harian

Renungan Harian Anak