Berhenti Sejenak Renungan Harian 2 April 2019

2 April 2019

Bacaan : Imamat 25 : 1 – 22 | Pujian : KJ 375
Nats : “Demikianlah kamu harus melakukan ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman dan tenteram.” [ayat 18]

Bagi sebagian besar orang yang bekerja, ketika mereka ditanya, “Hal apakah yang mereka inginkan setelah bekerja keras?” Sebagian dari mereka menjawab berlibur bersama keluarga atau rekreasi bersama teman-teman. Berlibur memang menyenangkan, setelah lelah bekerja, sejenak kita menikmati waktu bersama keluarga, berhenti sejenak dari rutinitas seharihari sambil menyalurkan hobi yang kita senangi. Dengan berlibur seseorang disegarkan kembali semangatnya, sehingga pada saat memulai pekerjaan, ia kembali bersemangat. Itu mengapa dalam satu minggu ada 1 hari libur yang biasanya dipergunakan sebagai “waktu keluarga”.

Pada saat Musa di Gunung Sinai, Allah berfirman kepadanya tentang ketetapan tahun Sabat dan tahun Yobel. Pada tahun sabat bangsa Israel tidak diperkenankan bercocok tanam. Mengapa? Karena Allah menghendaki umatNya percaya dan merasakan pemeliharaan Tuhan dalam hidup mereka. Bangsa Israel diajak untuk menghayati kasih penyertaan Allah lewat hasil tanah yang Allah sediakan sebagai makanan mereka. Demikian saat tahun Yobel, yaitu tahun ke – 50 setelah melewati tujuh kali tujuh tahun sabat atau 49 tahun, bangsa Israel harus memperdengarkan bunyi sangkakala di seluruh negeri pada tanggal 10 bulan ketujuh yang disebut hari raya Pendamaian. Mereka harus menguduskan diri dihadapan Tuhan Allah, takut akan Tuhan, dan berpegang pada ketetapan dan peraturan Allah. Sebab di situ Allah memberkati umat-Nya dan memelihara hidup mereka.

Seberapakah waktu yang kita miliki dalam satu hari untuk berjumpa dan bersekutu dengan Allah? Pernahkah kita sejenak berdiam diri meluangkan waktu khusus bagi Tuhan? Untuk kita menikmati dan merasakan kasih dan karya pemeliharaanNya atas hidup kita. Sebagaimana setiap orang butuh berlibur untuk memulihkan kembali semangat bekerja, waktu kita untuk Tuhan adalah perjumpaan yang menyenangkan. Saat dimana kita merasakan ketenangan, kedamaian, sekaligus mendapat kekuatan untuk menjalani kehidupan. Maka sediakanlah diri dan waktu bagi Tuhan sebab kita akan disegarkan dan dipulihkan. [AR]

“Waktu teduh adalah waktu yang menyenangkan, waktu kita bersama dengan Tuhan”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak