Tak Ada Batas Renungan Harian 18 Oktober 2020

18 October 2020

Bacaan : Matius 22 : 15 – 22 |   Pujian : KJ. 356
Nats: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Ay. 21b)

Cukupkah sekeping uang koin untuk menunjukkan ketaatan kita? Jawaban itu bisa “Ya” bisa juga “Tidak”! Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “taat” berarti senantiasa tunduk (kepada Tuhan, pemerintah, dsb). Lalu bagaimana memaknai kata “taat” itu melalui ayat nast kita? Dalam kehidupan berbangsa setiap warga memiliki kewajiban untuk “taat” kepada hukum dan peraturan yang dibuat demi kepentingan bersama. Namun taat itu ada batasnya. Contoh dalam hal ini terkait “taat” membayar pajak. Yang dihitung dalam jumlah tertentu, kemudian kita bayarkan sesuai dengan kewajiban kita. Namun berbeda jika kita berbicara “taat” kepada Tuhan. Bahwa kita tidak bisa menyamakan ketaatan kepada kaisar dengan ketaatan kepada Tuhan. Sebab segala sesuatu berada di bawah kuasa Tuhan.

 Baiklah kita menjawab pertanyaan di awal tadi. Membayar pajak (pemerintahan) ibarat cukup dengan sekeping uang koin, hal itu karena ada batasan ‘ketaatan’ yang diperhitungkan. Namun tidak demikian dengan taat kita kepada Tuhan. Jika Dia telah memberikan segalanya bagi kita, bahkan hidup dan mati-Nya demi menyelamatkan kita. Maka layaklah Dia menerima ketaatan kita yang tanpa batas, yang kita lakukan dengan segenap hidup kita sebagai tanda kesetiaan kita kepada Tuhan.

 Kuasa Tuhan yang melebihi kuasa pemerintahan juga menjadi alasan perbedaan ketaatan itu. Kuasa pemerintah berada di bawah kuasa Tuhan. Sehingga pengakuan dan ketaatan kita kepada pemerintah adalah wujud iman kita kepada Tuhan, bahwa negara tempat kita hidup ini adalah rahmat Tuhan untuk menyatakan keselamatan-Nya.Tak ada batas bagi kita untuk menunjukkan ketaatan kepada Tuhan. Segala sesuatu ada dalam kuasa-Nya. Dengan segala sesuatu pula kita wujudkan ketaatan kepada-Nya. (vie).

 “Kaisar memiliki batasan kuasa, namun kuasa Tuhan tidak dapat dibatasi oleh apapun yang ada.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak