Sebarkan Virus Lewat Kata Renungan Harian 18 Oktober 2019

Bacaan : 2 Timotius 2 : 14 – 26|   Pujian : KJ. 467 : 1, 2
Nats:
“Ingatlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka  di hadapan Allah, agar mereka jangan bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.” (Ay. 17)

Setiap orang bebas untuk berbicara apa saja. Namun perlu kita ingat bahwa kata-kata itu seperti virus. Ia menyebar dengan mudah dan berdampak entah baik maupun buruk.  Setiap kata yang keluar dari mulut kita akan ada konsekuensinya, akan ada pengaruhnya. Akan jadi berkat atau justru menjauhkan berkat. Membuat damai atau mejadikan kacau.

Hal ini dipesankan betul oleh Rasul Paulus kepada Timotius untuk disampaikan kepada jemaat-jemaat Tuhan. Telah nampak dengan nyata di tengah-tengah jemaat yaitu para pembual. Mereka berbicara seolah-olah mengerti dan memahami tentang keselamatan atas dasar pemikiran mereka sendiri. Entah apa yang menjadi motivasinya. Namun perkataan mereka sungguh menjadi batu sandungan bagi pertumbuhan iman jemaat. Paulus menyebutnya virus perkataan itu bagaikan kanker yang menyebar dan mematikan. Begitu berbahaya dan mengancam kehidupan jemaat Tuhan.

Dalam pesan Sidang ke-116 Majelis Agung GKJW di Madiun awal Juli kemarin disampaikan bahwa, GKJW berkomitmen untuk hidup dalam rekonsiliasi terutama pasca pemilihan umum presiden dan anggota legislatif. Mengutip dari pesan sidang, GKJW diundang untuk terus menjadi agen perdamaian yang menebarkan cinta dan persahabatan bagi semua orang dimana pun kita berada. Komitmen ini tentu mengandung konsekuensi yang tidak sederhana. Dalam pergaulan, kita harus menunjukkan sikap hidup pembawa damai dan penebar cinta kasih, baik lewat perbuatan maupun tutur kata. Mari mulailah memperhatikan setiap kata yang kita ucapkan. Karena di dalam setiap kata kita menjadi harapan bagi Allah untuk mewujudkan damai sejahtera bagi dunia. Sebarkan virus cinta, virus sukacita, virus perdamaian, virus optimisme lewat kata. [PKS]

“Aja waton ngomong, ngomonga nganggo waton”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •