Bacaan: Kisah Para Rasul 7 : 54 – 8 : 1 ǀ Pujian: KJ. 438
Nats: “Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka! Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.” (Ayat 60).
“Apakah yang akan saudara lakukan jika saudara dibenci, dihina, difitnah, dan direndahkan orang lain?” Saya yakin respon pertama kali yang muncul dari dalam diri kita adalah marah, kesal, dan jengkel. Bahkan mungkin kita ingin membalas orang tersebut. Bahkan meminta Tuhan untuk menghukum orang-orang yang membenci kita itu. Hal ini wajar oleh karena pada umumnya semua manusia ingin selalu dicintai, dihargai, dipuji, disanjung bahkan diagungkan. Namun tidaklah demikian dengan Stefanus.
Stefanus adalah salah satu dari tujuh orang diaken yang penuh iman, Roh Kudus, karunia, dan kuasa. Ia mampu mengadakan mujizat dan tanda-tanda bagi jemaat Yahudi. Ia pun juga mampu bersaksi tentang siapa Yesus Kristus di depan Mahkamah Agama. Namun hal inilah yang justru membuat orang-orang Yahudi membencinya. Puncak kebencian itu diwujudkan dalam bentuk tindakan yang anarkhis. Anggota Mahkamah Agama menyerang Stefanus, menyeretnya keluar kota dan melemparinya dengan batu. Meskipun mendapatkan perlakuan yang sangat menyakitkan seperti ini, Stefanus tidak membalasnya, ia juga tidak mengucapkan sumpah serapah, apalagi meminta Tuhan menghukum orang-orang yang membencinya itu. Stefanus justru berlutut dan berdoa agar Tuhan Yesus berkenan menerima rohnya dan tidak menanggungkan dosa itu kepada mereka. Melalui doa ini, Stefanus hendak menegaskan bahwa ia mampu mengampuni orang-orang yang membencinya. Ia pun juga mampu melihat Tuhan, menunjukkan kasih atau cintanya kepada Tuhan dan sesama sampai akhir hidupnya.
Belajar dari Stefanus ini, marilah kita juga senantiasa berusaha mengampuni orang-orang yang membenci, menghina, memfitnah, dan merendahkan kita. Berusaha mengasihi Tuhan dan sesama sampai akhir hidup kita. Amin. [Gimbul].
“Orang lemah membalas dendam. Orang yang kuat memaafkan. Orang cerdas mengabaikan.” (Albert Einstein)