Bacaan: Lukas 24 : 44 – 53 | Pujian: KJ. 376
Nats: “Kamu adalah saksi dari semuanya ini.” (Ayat 48)
Anak-anak hingga orang dewasa biasanya memiliki sosok super hero yang dikagumi, bahkan tak jarang menjadi role model bagi mereka. Sosok tersebut dinilai memiliki kehebatan yang dapat mengalahkan musuh bahkan menyelamatkan lingkungan sekitar. Setelah berjuang mati-matian melawan para musuh, sosok itu akan tampil sebagai pemenang yang menang dalam pertarungan, sehingga orang-orang akan bertepuk tangan dan bersorak-sorai atas keberhasilannya. Sosok ini akan dikenang karena kekuatan dan ketangguhannya.
Namun hal ini berbeda ketika kita melihat Yesus yang dikagumi oleh para pengikut-Nya. Ia menegaskan tentang penderitaan dan kebangkitan-Nya sebagai Mesias (Ay. 46) seperti yang telah dituliskan dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi, dan kitab Mazmur (Ay. 44). Sebagai Mesias, Yesus tidak hanya menampilkan sosok yang dapat mengalahkan maut dan bangkit, tetapi Ia juga menekankan bahwa Mesias harus menderita! Karya Ilahi yang mengagumkan, Sang Firman menjadi manusia yang rela mati. Allah di dalam Yesus adalah sosok yang mengalami kesakitan, penyiksaan, kesedihan, dan kepasrahan pada kematian. Dapat kita membayangkan, hidup Yesus yang tidak mulus dan menyenangkan, tetapi penuh sengsara. Di dalam Yesus, Allah menyatakan kuasa-Nya, Allah meyakinkan manusia bahwa penderitaan tersebut tak mengalahkan kemuliaan-Nya. Justru penderitaan itu akan menghadirkan perubahan yang melegakan dan membahagiakan. Allah hadir untuk melepaskan setiap kekecewaan, kesedihan, ketakutan, dan keputusaasaan.
Saat ini Tuhan Allah mengajak kita umat-Nya untuk dapat memilih jalan sebagaimana yang Tuhan Yesus tempuh. Berani untuk menderita dan percaya bahwa Allah menyertai. Allah akan menyatakannya secara nyata dalam hidup kita yang beragam. Bukti penyertaan Allah di dalam Yesus nyata, yaitu kebangkitan-Nya membawa sukacita, keselamatan, dan pengharapan bagi para pengikut-Nya dan memperlengkapi kita sebagai saksi-saksi-Nya (Ay. 48-50). Kenaikan-Nya ke Surga memberi kelegaan dan semangat bersaksi bagi para murid dan kita. Ia benar-benar Allah yang tak diragukan lagi. Jika Yesus melegakan para pengikut-Nya, kita pun merasakan sebuah kelegaan karena pewartaan yang dinyatakan kepada kita adalah benar. Amin. [SWS].
“Tak perlu kau ragukan lagi, ikutilah teladan-Nya!”