Bacaan : Ibrani 4 : 1 – 13 | Pujian : KJ. 438 : 4
Nats: “…, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.”(Ay. 2b)
Saya menyadari kebenaran ini ketika berbincang dengan dengan seorang ahli kimia. Ia berkata, “Jika kita mencampurkan hidrogen dan oksigen yang keduanya adalah komponen air, tidak akan ada reaksi apa-apa, bahkan tidak ada air. Tetapi jika kita menambahkan sedikit platina ke dalamnya, campuran itu akan berubah sangat cepat. Perubahan kimiawi terjadi. Atom hidrogen dan oksigen menyatu dan membentuk sebuah molekul baru yang disebut H2O.” Ada persamaan yang jelas dengan kehidupan rohani kita. Sama dengan sebuah katalisator seperti platina yang dibutuhkan untuk menghasilkan air, demikian juga iman harus selalu ada di dalam hati kita jika kita ingin mengalami kemajuan dalam hubungan kita dengan Tuhan.
Sejarah bangsa Israel memberitahukan ada banyak orang yang tidak boleh masuk tanah perjanjian. Mereka gagal karena tidak percaya kepada Allah yang telah mencurahkan kasih karunia-Nya. Kekerasan hati mereka yang terus menerus menolak Tuhan menyebabkan mereka binasa di padang gurun. Penulis Ibrani mengingatkan para pembacanya yang sedang dicobai imannya untuk meninggalkan Tuhan, agar mereka tetap bertahan. Penulis Ibrani memakainya sebagai lambang perhentian kekal bagi semua umat manusia. Dia menyampaikan hal terpenting adalah masuk dalam perhentian kekal yang disediakan Allah bagi umat-Nya setelah menjalani hidup dalam dunia ini. Oleh karena itu manusia harus sadar bahwa hidup di dunia ini dilakukan dengan iman dan taat kepada-Nya. Ketidaktaatan akan rencana Tuhan membawa umat kepada kebinasaan yang lebih mengerikan dibandingkan kegagalan memasuki tanah perjanjian.
Alkitab telah secara jelas mengajarkan kita bahwa iman yang benar akan membawa kita dalam perhentian yang kekal. Jika kita hanya mendengar saja tetapi tidak melakukan maka kita juga tidak akan mengalami pertumbuhan bersama Allah. Saat kita mempraktikkan iman percaya kita di dalam Tuhan, kita akan melihat perbedaan yang Allah perbuat dalam hidup kita. Kita akan mengalami perubahan “kimiawi”rohani. (MTS)
“Iman kepada Allah adalah unsur dasar bagi perubahan rohani.”