Turun atau Naik Pancaran Air Hidup 18 Februari 2022

18 February 2022

Bacaan: 1 Yohanes 2: 12 17 ǀ Pujian: KJ. 440
Nats:
“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.(Ayat 15)

Seorang mantan komandan Angkatan Laut Kerajaan Rusia bercerita bahwa ia pernah ke London selama Perang Dunia I untuk menjalani latihan. Di sana, ia belajar bagaimana menerbangkan satu dari tiga pesawat balon yang dibeli Rusia dari Inggris. Tetapi pertama-tama ia harus belajar untuk menerbangkan balon udara. Ia teringat bagaimana ia memasuki keranjang yang pada keempat sisinya tergantung kantong-kantong pasir. Supaya bisa naik, kantong-kantong pasir tersebut dilepaskan, sehingga balon raksasa itu pelan-pelan terangkat dari tanah. Semakin banyak pasir yang dibuang, semakin tinggi balon tersebut naik. Laki-laki itu menerapkan hal ini pada hubungan dia dengan Allah: Sekarang sebagai seorang Kristen, saya mengerti bahwa ketika Allah mulai membersihkan hati saya, saya pun semakin dekat dengan-Nya.”

Firman Tuhan hari ini menggambarkan kebenaran rohani yang sama. Memikul beban dunia akan menghambat persekutuan kita dengan Tuhan dan menghalangi hati kita untuk bertumbuh dalam kasih kepada-Nya. Yohanes menuliskan bahwa kita tidak dapat mengasihi dunia dan mengasihi Allah pada saat yang sama. Tetapi, betapa seringnya kita melakukan hal itu! Yohanes juga mengingatkan jika ada orang yang mencintai dunia, maka kasihnya kepada Bapa tidak ada dalam dirinya. Karena apa yang ada dalam dunia berlawan dengan Allah. Dunia menawarkan keinginan daging yang menunjuk pada pemuasan hawa napsu badaniah. Dunia juga menawarkan keinginan mata yang mengacu pada nafsu besar terhadap apa yang dilihatnya. Inilah nafsu dangkal atau rendah. Dunia juga berusaha memikat orang dengan hidup dalam keangkuhan. Orang memiliki kecenderungan untuk meninggikan dirinya dan meremehkan orang lain. Yohanes menegaskan bahwa apa yang ada dan yang dimiliki dunia bersifat sementara dan akan lenyap. Namun bagi orang yang hidup dalam terang, mereka akan mencari dan melakukan kehendak Allah.

Saat ini, mari kita hidup dalam kehendak Allah dan tetap konsisten melakukan dan menerapkan Firman Tuhan dalam hidup ini. Kita percaya bahwa Allah berjanji memberikan hidup yang kekal bagi kita yang setia. Amin. [MTS].

Jika hubungan anda dengan Allah tidak sedekat sebelumnya, katakanlah siapa yang menjauh!

Renungan Harian

Renungan Harian Anak