Allah Menginginkan Sampah Kita Renungan Harian 18 Februari 2021

Bacaan : 1 Yohanes 1 : 3 – 10 | Pujian : KJ. 37b
Nats:
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (Ay. 9)

Seminggu sekali sebuah truk berjalan dengan lambat di sepanjang jalan depan rumah saya, dan berhenti di setiap rumah. Tong-tong sampah yang penuh dan terkadang sampai isinya berceceran diambil, ditumpahkan isinya ke dalam truk dan dikembalikan lagi ke setiap rumah. Pada minggu berikutnya, ketika sampah menumpuk dan baunya semakin menusuk hidung, kami menanti-nantikan datangnya truk sampah tersebut. Sebenarnya sampah itu tidak terlalu menjijikan, yang menjijikkan adalah sampah pribadi yang menumpuk dalam hati dan pikiran kita. Sampah kotor yang dengan jelas kita miliki diantaranya adalah kebencian, gosip, iri hati, dendam, dusta, dll. Bahkan apa yang tampak sebagai perbuatan baik atau kelakuan yang lurus sekalipun dapat berbau busuk seperti sampah jika dicemari oleh sikap mementingkan diri sendiri.

Meskipun kematian dan kebangkitan Yesus telah mengalahkan dosa dan maut, jika seseorang mengimani-Nya harus terus menerus mengakui dosa mereka. Ajaran yang benar ini bertentangan dengan ajaran palsu yang mengatakan bahwa Yesus bukanlah manusia dan pengikut-Nya hidup bebas sesuka hatinya. Perjanjian Baru menyatakan bahwa Allah menyerahkan anak-Nya sebagai kurban penghapus dosa manusia. Yesus sungguh-sungguh mencurahkan darah-Nya, itu berarti Ia sungguh-sungguh manusia, tetapi orang-orang berdosa tidak percaya pada kebenaran Allah dan menolak janji Allah itu.

 Sistem pembuangan sampah Allah diuraikan dalam ayat ke9. Pengakuan dosa berarti memandang dosa kita sebagaimana Allah memandangnya. Kita tidak perlu takut untuk mengungkapkannya kepada Dia, karena Dia mengetahui semuanya. Syukur kepada Allah, karena Dia selalu melayani pembuangan dosa kita di setiap tempat dan hari, tidak hanya di gereja pada hari Minggu saja. Dia ingin membuang sampah kita. Mengapa kita tidak mengizinkan Dia melakukannya? Kini saatnya kita mengaku dosa dihadapan Tuhan, maka Tuhan akan melemparkan segala dosa kita “ke dalam tubir-tubir laut”. (MTS)

 “Penghapusan dosa terbaik di dunia ini adalah pengakuan yang jujur kepada Allah”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •