Bacaan: Ibrani 10 : 32 – 39 ǀ Pujian: KJ. 446 : 1, 3
Nats: “Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.” (Ayat 39).
Menjaga hidup dalam ketetapan Tuhan adalah hal yang harus terus diupayakan setiap orang percaya. Namun pada kenyataannya hal itu sulit diwujudkan karena banyaknya tantangan yang ada dalam kehidupan kita. Melalui bacaan hari ini, para pengikut Tuhan didorong untuk menjaga kesucian hati dan kemurnian nurani mereka dari segala kejahatan. Mereka harus saling menopang dan mempersiapkan diri menyongsong hari kedatangan Tuhan.
Sejak semula orang-orang percaya telah mengalami kesengsaraan dan menanggung penderitaan yang berat. Namun mereka menjalaninya dengan sukacita karena mereka tahu bahwa kelak mereka akan menerima anugerah besar dari Tuhan yang akan mengubahkan derita mereka menjadi kesukaan bagi semua. Harapan inilah yang terus dinyatakan melalui kepercayaan mereka kepada Tuhan. Peringatan-peringatan yang Tuhan berikan dipahami oleh umat percaya sebagai cara untuk meneguhkan kehidupan mereka. Setiap peringatan Tuhan adalah proses iman yang harus dijalani oleh setiap orang percaya.
Ketika kita memilih percaya kepada Tuhan, maka ada tanggung jawab yang harus kita kerjakan.
Begitu jugalah dalam kehidupan kita sehari-hari, kita menjalani kehidupan ini dengan penyerahan sepenuhnya pada Tuhan bukan hanya sekedar rutinitas saja. Kehidupan yang kita jalani haruslah kehidupan yang bermakna dan ada dalam ketetapan Tuhan. Dengan begitu kita akan dimampukan untuk setia pada proses Tuhan, dan siap sedia manakala Tuhan datang menjumpai kita dengan cara-Nya. Bacaan kita saat ini, dengan jelas menceritakan tentang bagaimana orang-orang percaya yang menderita ditopang oleh Tuhan Allah. Mereka menanggung penderitaan-penderitaan dengan sabar. Itu sebabnya saat ini, siapapun kita haruslah memiliki semangat untuk tetap bertahan dalam segala kemungkinan yang terjadi. Sebab Tuhan Allah senantiasa peduli serta menolong kita. Kehidupan di dalam Tuhan akan senantiasa menjadikan kita beroleh berkat-Nya, maka setialah pada ketetapan-Nya. Amin. [GRA].
“Selamatku ada dalam ketetapan Tuhan dan itulah yang menjadi sukacitaku.”