Allah Tidak Kompromi Dengan Kejahatan Manusia! Renungan Harian 16 November 2019

16 November 2019

Bacaan :  Yehezkiel 10 : 1 – 19  |  Pujian : KJ. 221
Nats:
“Daripada itu kemuliaanTUHAN naik dari atas kerub dan pergi ke atas ambang pintu Bait Suci” (Ay. 4)

Kerub atau kerubim (bhs Ibrani : kruv; keruvim) artinya adalah kedudukan yang sangat tinggi atau “diurapi” dalam pemerintahan Allah. Kedudukan kerub melebihi malaikat. Kerub-kerub ini menjadi singgasana kemuliaan Allah di Tempat Mahakudus. Selanjutnya kemulian Allah meninggalkan Tempat Mahakudus dan pergi ke atas ambang pintu Bait Suci (ayat 4), kemudian meninggalkan Bait Suci dan hinggap di atas takhta kereta para kerub (ayat 18). Kerub-kerub ini memindahkan kemuliaan Allah ke pintu gerbang di Bait Suci sebelah timur (ayat 19).

Peristiwa perpindahan Kemuliaan Allah terjadi secara bertahap dan terkesan lambat. Hal ini terjadi karena sebenarnya Allah sangat enggan meninggalkan umat-Nya. Umat yang sangat dikasihi-Nya, namun mereka telah menjadi jahat dan najis karena telah menyembah illah lain (berhala –Yehezkiel 8). Kenajisan bangsa ini memaksa Allah memisahkan diri, bahkan menjauh dari mereka. Karena ke-Mahakudus-an Allah mutlak tidak bisa bergaul dengan kenajisan. Sungguh Allah terpaksa menjauhi umat yang telah menjadi najis itu dan menghukumnya ke tempat pembuangan!

Apakah illah-illah di zaman ini? Sepertinya revolusi industri 4.0 menjelang 5.0 ini semakin menawarkan beragam illah-illah modern. Manifestasi roh kejahatan semakin beragam untuk memikat manusia ke dalam kenajisan (1Petrus 5:8). Modus kejahatan semakin beragam karena efek samping perkembangan teknologi buah kecerdasan manuisa yang telah najis. Makin beranak-pinaklah kenajisan di dunia ini, bahkan gereja yang notabene adalah agen-agen kemuliaan Allah di dunia pun telah tercemar oleh kenajisan karena perbuatan hamba-hamba Tuhan dan umat-Nya yang bersikap lunak dan kompromi dengan kenajisan. Jika sudah seperti ini kemuliaan Allah pasti tidak lagi akan berada di dunia ini. Dunia pun masuk dalam masa pembuangan. Kekacauan, kejahatan, penderitaan, kesakitan, bunuh-membunuh terus-menerus terjadi sebagai wujud manusia yang telah ditinggalkan Kemuliaan Allah. Namun Kasih Allah di dalam Yesus Kristus dinyatakan sebagai jalan kembali untuk mendapatkan Kemuliaan Allah. Janji Allah barangsiapa mengaku Yesus adalah Anak Allah… maka dia di dalam Allah (1 Yoh 4:15). (wa-one).

“Berbuat baik adalah bukti bahwa Kemuliaan Allah beserta kita!”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak