Terima, Makan dan Rasakan Renungan Harian 16 Mei 2019

Bacaan : Wahyu 10 : 1 – 11 | Pujian : KJ 446
Nats : “Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya” [ayat 10]

Melalui bacaan kita saat ini kita saat ini penulis memberikan pengajaran sebagai berikut:

  1. Yohanes, melalui suratnya memberikan penguatan kepada jemaat supaya tidak ciut nyali, tidak putus asa dan tidak menyangkal iman. Jemaat saat itu sedang merasakan beratnya hidup dalam penganiayaan yang dilakukan oleh pemerintahan Romawi yang ketika itu dipimpin oleh Kaisar Nero. Pemerintah Romawi menuntut orang Kristen untuk menyembah Kaisar yang mereka anggap sebagai dewa. Jemaat menolak melakukan perintah tersebut sehingga mereka dikejar, dianiaya dan bisa dibunuh. Yohanes diawal bacaan kita, mengingatkan jemaat untuk tetap kuat dalam iman karena Tuhan yang disembah adalah Tuhan yang menguasai alam semesta (ayat 1-6). Menyembah Tuhan yang firmanNya sempurna, dilambangkan dengan tujuh guruh dan malaikat ke tujuh (angka tujuh merupakan simbol kesempurnaan)
  2. Firman yang diambil oleh penulis tidak boleh hanya dipegang, tidak boleh hanya ditulis ulang tetapi harus dimakan, dimasukkan ke dalam perut dan mendarah-daging dalam hidup jemaat. Menerima Firman akan terasa manis karena itu adalah anugerah. Selanjutnya anugerah harus dirasakan, dihayati benar dan mendorong jemaat untuk membangun kesediaan untuk memikul salib, menyangkal diri dan menanggung resiko. Itulah sebabnya, pada ayat 9-10 disampaikan manis dimulut tetapi sesudah memakannya terasa pahit diperut. Kapan melakukannya? Sekarang, tidak ditunda. Menjadi pelaku Firman dan menjadi pewarta Firman tidak boleh ditunda. Mengikut Tuhan membutuhkan totalitas melakukan kehendakNya sekarang karena waktu manusia memang terbatas.
  3. Setiap orang percaya juga mendapatkan tugas pengutusan yaitu mewartakan Firman kepada semau bangsa. Dengan apakah? Dengan berlaku hidup yang memancarkan kehendak Sang Firman itu sendiri. [dh]

“Biarkan Firman itu mendarah-daging dalam hidup kita. Biarkan Firman itu terus hidup dan menghidupi hidup kita”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •