Bacaan: 1 Korintus 10 : 6 – 13 | Pujian: KJ. 332
Nats: “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati – hatilah supaya ia jangan jatuh!” (Ay. 12)
Dengan berat hati dan campur rasa kaget, terpaksa bapakku merogoh kantong mengeluarkan sejumlah uang untuk menitipkan uang denda bukti pelanggaran. Maklum saja sudah 5 tahun bapakku tidak pernah datang ke kota Malang dan tentu banyak perubahan disana, hanya berbekal “kebiasaan “ bersepeda motor dengan jalur masa lalunya hari itu bapakku kena batunya.
Acap kali kita temui banyak orang percaya yang mudah mengeluh dan cenderung bersungut – sungut ketika berbagai cobaan dan persoalan hidup silih berganti menerpa. Bahkan tidak jarang ada pula yang mengatakan bahwa Tuhan tidak adil, namun bila kita kaji lebih jauh sebenarnya Tuhan sudah melimpahkan kasih karunia-Nya. Seperti surat Paulus yang ditulis pada jemaat Korintus, pengalaman – pengalaman buruk nenek moyang bangsa Israel sudah cukup menjadi pelajaran hidup bagi kehidupan orang percaya.
Kecenderungan setiap orang adalah ingin mengendalikan kehidupan sesuai dengan keinginannya, tetapi melupakan satu hal bahwa justru fakta dan realitanya seringkali hidup tak sesuai dengan keinginan dan harapan. Bisa jadi kita ngeyel untuk mewujudkan hasrat kita dengan mengabaikan berbagai norma, nilai, etika yang berlaku sebagai tatanan kehidupan meski tahu resiko buruk yang akan terjadi. Tanpa disadari lambat laun kita terjebak menjadi pribadi yang arogan. Sikap yang juga memprihatinkan adalah berkecil hati atau gampang mutung (mudah salah paham dan mudah tersinggung), putus asa, mudah sekali menyerah, apatis, hidup sekedarnya, hidup untuk menunggu mati.
Akan menjadi lebih baik jika titen/hafal dan tidak sembrono, bersehati dalam hidup bersama merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh meski hal itu perlu waktu dan pembiasaan agar kita mampu terus menjalani hidup dengan penuh makna. Syukur kepada Allah yang menjamin perjalanan hidup kita, bahwa apapun yang terjadi ternyata Allah tetap setia dengan janji-Nya. Seperti yang tertulis pada 1 Korintus 10 : 13b, ”Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (japri).
“Titen dan hati – hati, mari kita jadikan bagian dalam hidup beriman, supaya kita kuat menanggung berbagai cobaan.”