Bacaan : Yohanes 10 : 11 – 21 | Pujian : KJ 417
Nats: “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” (ay.15)
Sun-Tzu adalah penulis teks Tiongkok terkenal The Art of War. Konon buku yang ditulis di abad 6 ini menjadi buku strategi filosifis militer kuno yang paling terkenal. Buku ini masih tetap dibaca dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa sampai saat ini. Salah satu kutipan yang paling terkenal dari buku ini adalah: “Ia yang mengenal musuh dan mengenal dirinya sendiri, tidak akan dikalahkan dalam seratus pertempuran. Ia yang tidak mengenal musuh tetapi mengenal dirinya sendiri memiliki suatu peluang yang seimbang untuk menang atau kalah. Ia yang tidak mengenal musuh dan dirinya sendiri cenderung kalah dalam setiap pertempuran.” Di sini Sun-Tzu menyadarkan kita, bahwa ternyata kita bisa gagal untuk mengenal diri sendiri dan itu adalah awal dari tiap kekalahan. Menariknya, sekarang ini ada banyak seminar dan tawaran-tawaran pelatihan untuk mengenali diri sendiri yang dibandrol dengan harga lumayan tinggi. Ah…ternyata, mengenal diri sendiri memang tak mudah dan tak murah.
Perkara kenal-mengenal, Yohanes memuat tentang pernyataan Tuhan Yesus yang sangat menarik. Yesus memproklamirkan Diri sebagai gembala baik, yang mengenal dan dikenal para domba-Nya. Dalam kebiasaan agraris Palestina, domba tidak dikurung di kandang melainkan dibawa ke padang rumput. Tidak jarang domba-domba itu bercampur dengan domba dari kawanan lain, karena itulah domba dan gembala biasanya saling mengenal. Saat gembala bersuara memanggil kawanan dombanya, para domba itu memisahkan diri dan mengikuti sang tuan. Analogi inilah yang dipakai Yesus untuk menjelaskan hubungannya dengan orang-orang percaya.
Kristuslah Sang Gembala Agung yang mengenal kita dengan sangat baik, bahkan saat kita gagal mengenali diri sendiri. Dia tahu apa yang kita sembunyikan dari orang lain. Dia paham apa yang kita rasakan meski mungkin tak mampu kita ungkapkan. Dialah yang memberi kecukupan bagi tiap kebutuhan dan memberikan jawaban bagi tiap pergumulan. Pertanyaan bagi kita sekarang adalah: sudahkah kita pun mengenal suara-Nya? (Rhe)
Mengenal diri akan membawa kita kepada pengenalan akan Sang Pencipta. Mengenal Sang Pencipta, selalu mendekatkan kita pada pengenalan diri