Bacaan : Yohanes 3 : 14 – 21 | Pujian : KJ. 40 : 4
Nats: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Ayat 16)
Generasi tahun 1990-an pasti ingat atau pernah mendengar sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Band terkenal dari Yogyakarta, Sheila On 7 (SO7). Lagu yang sempat populer pada masanya itu, berkisah tentang rasa bangga terhadap seseorang yang dimilikinya. Manusia beruntung yang sedang dimabuk asmara ini seolah-olah menemukan sosok sempurna yang sedang diidamkannya. Bahkan dalam beberapa syair, mengungkapkan demikian :
Saat kau di sisiku kembali ku ceria
Tegaskan bahwa kamu, Anugerah terindah yang pernah ku miliki
Mengasihi seseorang akan memampukan seseorang menyampaikan rasa cintanya itu dalam berbagai cara, bisa lewat lagu ataupun yang lainnya. Namun, mengasihi manusia mampu membuat Allah menyampaikannya dengan cara lain, yakni mengorbankan nyawa-Nya. Anugerah apa yang paling indah di dunia ini selain mengasihi? Demikian pesan yang tertuang dalam bacaan kita hari ini. Di ayat 16, Tuhan berfirman, ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kasih Allah yang begitu besar kepada manusia, menjadikan manusia menerima anugerah terindah yaitu menerima keselamatan dan beroleh hidup yang kekal.
Dari Firman Tuhan hari ini kita dapat semakin bersyukur bahwa setiap hal yang telah Allah berikan dalam hidup kita adalah anugerah. Anugerah terindah yang kita miliki sampai hari ini menjadikan hidup kita bahagia, bukan hanya di hari ini saja namun kekal selamanya. Dengan anugerah dari Allah ini, menjadikan kita sebagai manusia yang bergantung mutlak pada kasih dan penyertaan Tuhan, sehingga tanpa Dia pastinya kita bukan siapa-siapa. Maka, jangan lupa bahagia dan terus mensyukuri anugerah terindah ini. (FNS)
“Kasih Allah melingkupi saya selama-lamanya”