Ada Janji dibalik Hukuman Pancaran Air Hidup 14 Juli 2021

14 July 2021

Bacaan: Amos 9 : 11 – 15 | Pujian: KJ. 157
Nats:
“Pada hari itu Aku akan mendhirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendhirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, …” (Ayat 11).

Jam dinding menunjukkan pukul 21.00 WIB, tapi Anya belum juga sampai di rumah. Ayahnya sudah mulai geram sambil menantinya di ruang tamu. Satu jam kemudian Anya membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Ayahnya sudah sampai dibatas sabarnya. Ia memarahi Anya dan menyita handphonenya. “Ayah berjanji akan mengembalikannya jika Anya tidak mengulangi kesalahan.” Ayah Anya memang sosok yang tegas. Ia tidak berkompromi dengan kesalahan anaknya. Sekali waktu ia memberikan hukuman, supaya anaknya menjadi sadar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Senada dengan ayah Anya, bahkan mungkin lebih lagi, Allah juga begitu tegas terhadap umat Israel yang berbuat dosa. Ia tidak berkompromi dengan dosa dan menghukum orang yang berbuat dosa. Jika kita membaca kitab Amos, maka sebagian besar isinya tentang penghukuman. Hukuman diberikan bagi Israel, karena mereka telah berbuat dosa dan melakukan banyak pelanggaran. Di antaranya: orang kaya dan penguasa negeri merampok kaum miskin dan banyak umat serta para imam yang menyembah ilah lain selain TUHAN. Meskipun Allah menghukum, namun Allah juga penuh kasih. Ia memberikan janji-janji pemulihan bagi umat-Nya. Janji Allah mencakup tiga hal. Pertama, Allah akan memulihkan kerajaan Israel (ay. 11-12). Kedua, Allah akan menjadikan tanah-tanah Israel menjadi tanah berkat (ay. 13). Ketiga, Allah akan memulihkan umat Israel dan berjanji tidak akan menyerakkan mereka kembali (ay. 14-15).

Itulah Allah yang dikenal oleh seluruh umat Israel bahkan hingga di masa kita saat ini. Ia tetaplah Allah yang sama dari masa ke masa. Ia pun tidak berkompromi dengan dosa yang kita lakukan. Sekali waktu mungkin Allah juga menghukum kita. Lalu apakah janji pemulihan juga berlaku bagi kita? Seharusnya pengorbanan Kristus untuk menebus dosa kita adalah penggenapan janji-Nya untuk memulihkan kita. Saudara, sekalipun janji pemulihan disediakan, memilih untuk tidak berbuat dosa adalah pilihan yang tepat! (TpJ).

 “Jika masih ada pilihan, pilihlah untuk tidak berbuat dosa.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak