Bacaan: Yeremia 3 : 19 – 25 | Pujian : KJ. 240A :1, 3
Nats: “Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami.” (Ayat 22b).
Ada kata bijak yang mengatakan demikian: ”Kayu yang baik, tidak tumbuh dengan mudah, semakin kencang angin, semakin kuatlah pohon.” Artinya sebuah pohon kayu itu akan terlihat kualitasnya ketika pohon kayu itu mampu berdiri kuat di tengah terpaan angin yang datang. Demikian juga manusia, setiap tekanan, penindasan, masalah, kesulitan, dan penderitaan adalah bentuk proses yang Tuhan ijinkan untuk kita jalani. Ketika kita diperhadapkan dengan proses itu, kebanyakan dari kita akan menyerah, bahkan berbalik arah dan menjauh dari Tuhan. Sadar atau tidak, semua kesulitan yang kita alami adalah salah satu cara yang dipakai Tuhan untuk menegur kita, melatih iman kita, dan membentuk kita, supaya menjadi pribadi yang berkualitas.
Seharusnya sikap bangsa Israel juga demikian, ketika diperhadapkan dengan penindasan, penderitaan, kesulitan, dan pergumulan. Namun, kenyataannya tidaklah demikian. Dalam bacaan kita hari ini, bangsa Israel melanggar hukum Tuhan sehingga mereka mendapatkan hukuman dari Tuhan. Teguran diberikan Tuhan kepada bangsa Israel, supaya mereka kembali kepada-Nya. Negeri yang didiami oleh bangsa Israel sudah cemar dan mereka juga ikut berbuat dosa kepada Allah. Tuhan Allah menginginkan bangsa pilihan-Nya bertobat. Oleh karena itu, Tuhan Allah memberikan ujian kepada bangsa Israel, supaya mereka semakin teruji. Tuhan Allah memakai ujian, penderitaan, dan peringatan bukan karena Tuhan tidak sayang kepada umat-Nya, melainkan karena kasih-Nya yang besar. Tuhan memanggil kembali umat pilihan-Nya itu, maka pada ayat 22b disebutkan bangsa Israel tersadar dan kembali kepada Tuhan setelah mereka diproses oleh Tuhan.
Bagi kita yang setia mengikut Tuhan, kita juga dipanggil untuk tetap tahan uji melewati segala proses yang Tuhan ijinkan kepada kita. Ujian yang terjadi akan dapat kita lewati, selama kita setia kepada Tuhan. Tuhan Allah tidak akan membiarkan kita terjatuh, di saat-saat tersulit dalam hidup kita, seperti pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Mari terus bersandar hanya kepada Tuhan. Yakinlah bahwa setiap hal yang terjadi, setiap persoalan yang Tuhan ijinkan dalam hidup kita, adalah cara Tuhan untuk mendewasakan iman kita. Dengan tetap bepegang pada kuasa-Nya, kita pasti dapat melaluinya, sebab Tuhan sedang memproses hidup kita agar memiliki iman yang berkualitas. Amin. [FNS].
“Ajar kami untuk terus setia melakukan kehidupan yang berkenan kepada-Mu.”