Kesuksesan Hidup Pancaran Air Hidup 12 Juli 2021

12 July 2021

Bacaan: Amos 5 : 1 – 9 | Pujian: KJ. 426
Nats:
“Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: Carilah Aku, maka kamu akan hidup!” (Ayat 4).

Konon katanya harapan semua orang tua terhadap anak-anaknya adalah mereka dapat hidup sukses. Dalam hal ini, masing-masing orang tua memiliki pengertian yang berbeda-beda tentang hidup sukses. Ada yang mengatakan bahwa anak yang hidupnya sukses adalah ketika ia dapat menjadi kebanggaan dan dapat memenuhi apa yang diinginkan oleh orang tuanya. Ada yang mengatakan bahwa anak hidup sukses ketika ia dapat memenuhi apa yang ia inginkan tanpa merepoti orang tuanya. Tetapi ada juga orang tua yang memiliki definisi anak yang hidup sukses adalah ketika ia tidak menyakiti dan merendahkan orang lain demi dhiri sendhiri. Apapun yang orang tua maksudkan tentang kesuksesan anak-anak mereka, sejatinya orang tua hanya ingin berharap agar kondisi anak-anak mereka lebih baik dari kondisi orang tuanya saat ini, dengan kata lain dari kondisi yang biasa saja berubah menjadi lebih bermakna.

Jika membaca kitab Amos, kita akan segera mengetahui bahwa Nabi Amos bukanlah nabi yang “profesional”, ia hanya seorang peternak domba dan pemungut buah ara. Amos tinggal di Tekoa wilayah Yehuda, tetapi ia dipakai TUHAN untuk menyuarakan firman-Nya kepada umat dan para pemimpin Israel tentang penghukuman TUHAN atas mereka. TUHAN menyampaikan berita penghukuman sebab para penguasa negeri dan orang-orang kaya di Israel melakukan ketidakadilan pada mereka yang miskin dan lemah. Umat dan para imam di Israel juga melakukan penyembahan terhadap ilah lain. Seruan Amos mengingatkan umat dan pemimpin di Israel agar segera berbalik untuk mencari dan menyembah TUHAN, agar mereka tetap mendapatkan kehidupan. Amos yang “biasa saja” dipilih dan dipakai oleh Tuhan untuk membela yang lemah dari tindak ketidakadilan.

 Orang-orang Israel yang merasa dhirinya telah hidup sukses bukannya mengarahkan hidup kepada TUHAN, justru sebaliknya mereka menindas yang lemah. Kesuksesan mereka tidak dipakai untuk memberikan kehidupan pada orang lain. Saat ini kita sebagai orang tua yang menginginkan anak-anak hidup sukses, semoga kita memiliki pemahaman bahwa hidup yang sukses adalah mengutamakan dan mengarahkan dhiri pada Kristus. (gwk).

 “Kepedulian membukakan pintu kesuksesan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak