Bacaan: Kejadian 35 : 1 – 15 | Pujian: KJ. 46
Nats: “Firman Allah kepadanya, ‘Namamu Yakub. Namamu tidak akan lagi disebut Yakub, melainkan Israel akan menjadi namamu.’ Demikian Allah menamai dia Israel.” (Ayat 10)
Setiap orang tua yang memiliki anak yang baru lahir, tentu akan memberi nama anaknya itu sesuai dengan harapan mereka terhadap anaknya itu. Mengapa? Sebab sebuah nama yang mereka berikan kepada si anak berisi doa dan harapan mereka pada diri si anak. Maka banyak orang tua yang memberi nama anaknya dengan nama tokoh Alkitab, dengan harapan anak mereka dapat meneladani tokoh Alkitab yang sesuai dengan namanya. Ada juga orang tua yang memberi nama anaknya dalam bahasa sansekerta, bahasa Latin, bahasa Jawa yang memiliki makna yang indah dan baik. Tentu disertai harapan, anak mereka memiliki sifat dan watak seperti arti nama yang mereka berikan.
Bacaan kita saat ini menceritakan perjumpaan Yakub dengan Tuhan Allah di Betel untuk kedua kalinya. Tuhan Allah memerintahkan Yakub dan keluarganya untuk pergi ke Betel. Maka pergilah mereka ke Betel. Di sana, Yakub sujud menyembah Tuhan Allah, lalu mempersembahkan kurban kepada Tuhan Allah. Kemudian Tuhan Allah berfirman kepada Yakub, “Namamu tidak akan lagi disebut Yakub, melainkan Israel akan menjadi namamu.” (Ay. 10). Nama Yakub yang semula berarti penipu (Kej. 27:36) diubah menjadi Israel yang berarti ‘telah bergumul dengan Allah’ (Kej. 32:28). Perubahan nama dari Yakub menjadi Israel ini bukan hanya menandai identitas baru bagi Yakub, namun juga memiliki maksud dan tujuan, yaitu selalu melihat dan mengingat akan janji Allah. Janji bahwa Tuhan Allah akan menjadikan Israel sebagai suatu bangsa besar, yang munculkan raja-raja atas Israel.
Di Minggu Baptisan Tuhan ini, kita diajak untuk merenungkan arti nama yang berikan orang tua kita masing-masing. Pertanyaan reflektif bagi kita, “Apakah doa dan harapan orang tua kita melalui nama yang mereka berikan, sudah terwujud dalam hidup kita?” Selain nama, keberadaan kita sebagai umat Tuhan juga ditandai dengan tanda baptis. Yang artinya kita adalah bagian dari keluarga Allah, yang berhak menerima janji keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Maka marilah saat ini, kita hidup sesuai dengan doa dan harapan orang tua kita yang dinyatakan melalui makna nama diri kita. Dan mari kita memaknai tanda baptis yang sudah kita terima sejak kecil sebagai tanda bahwa kita adalah miliki Tuhan Yesus Kristus yang telah ditebus dan diselamatkan dari kuasa dosa. Mari kita hidup berkenan di hadapan Allah! Amin. [AR].
“Setiap nama memiliki arti dan makna, maka hiduplah sesuai dengan arti dan makna nama itu.”