Bacaan : Mazmur 126 : 1 – 6 | Pujian : KJ. 422
Nats: “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.” (Ay. 5)
Suatu sore di kota New York, bulan Juli 1925, jalanan yang ramai waktu itu menjadi semakin padat karena sebuah kejadian yang tidak lazim. Seorang polisi terpaksa menghentikan mobil yang lalu lalang untuk memberikan kesempatan bagi seekor kucing yang hendak membawa anaknya menyeberang. Kejadian itu diabadikan oleh seorang fotografer dan menjadi sebuah kisah inspirasional. Perkara kecil yang dilakukan seseorang terkadang tidak disadari memberikan dampak yang besar bagi orang atau makhluk yang lain.
Kita sering kali merasa rendah diri karena tidak mempunyai bakat tertentu untuk tampil di depan banyak orang. Ada seorang sahabat yang sempat merasa minder karena tidak memiliki talenta untuk berbicara atau menyanyi di depan publik, tetapi ternyata Tuhan memakainya dengan cara lain. Dengan tulisan tangannya dia menyampaikan sapaan kepada para lanjut usia dan orang-orang sakit untuk memberikan penghiburan dan penguatan. Beberapa orang memang membutuhkan tutur kata atau pujian untuk dapat dikuatkan, tetapi banyak juga yang hanya butuh pesan singkat melalui tulisan atau sekedar telinga yang dapat mendengarkan keluh kesah. Sebuah senyuman atau tepukan di bahu yang lelah adalah sebuah perkara kecil, namun jika dilakukan dengan tulus, bisa menjadi sebuah hal yang berarti bagi orang lain
Dunia terkadang memandang rendah perkara-perkara semacam ini. Namun Raja Daud melalui Mazmurnya mengingatkan, “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.” Tuhan berfirman kepada kita untuk saling melayani satu dengan yang lain dengan talenta yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan memberikan kita kemampuan yang berbeda satu sama lain untuk saling melengkapi. Bukan besar atau hebatnya perkara yang bisa dilakukan, namun kepedulian, ketulusan dan kesetiaan yang akan memberikan dampak yang lebih positif. Sebagai satu tubuh marilah menjalankan peran kita masing-masing untuk satu tujuan, menyatakan kasih Tuhan. Justru dengan kepedulian dan ketulusan yang dilakukan dengan setia, sebuah perkara besar dapat diwujudkan, yaitu kerajaan Tuhan dinyatakan di dalam dunia. [TWP]
“… dan kau lilin-lilin kecil, sanggupkah kau berpijar untuk seisi dunia?”