Resiliensi Pancaran Air Hidup 10 Desember 2025

10 December 2025

Bacaan: Kejadian 15 : 1 – 18  |  Pujian: KJ. 378
Nats: “Abram pun percaya kepada TUHAN dan TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” (Ayat 6)

Harland David Sanders telah ditinggal ayahnya sejak usia 6 tahun. Akan tetapi hal itu tidaklah merobohkan dunianya atau menghentikan langkahnya. Karena ibunya bekerja, maka Sanders kecil bertanggungjawab untuk merawat adik-adiknya. Kegigihannya itu berlanjut sampai Sanders dewasa. Sanders mengalami beberapa kali kegagalan saat bekerja, tetapi dia tidak menyerah. Saat dia menemukan resep ayam goreng renyah, dia menawarkan kepada restoran-restoran, dia menerima penolakan. Tidak hanya sekali atau dua kali tetapi resep dia ditolak sebanyak 1.009 kali. Namun Sanders tetap bersikap tekun dan tangguh, dia berusaha memperbarui resepnya dan pantang menyerah untuk menawarkan resep ayam gorengnya. Karena kegigihannya itulah, saat ini kita mengenal KFC. Sanders adalah penemu resep ayam goreng dengan merk dagang KFC.

Abram hampir menyerah karena di usia 85 tahun dia belum memiliki seorang anak. Saat itu Abram berada di Kanaan, setelah 10 tahun lamanya ia menerima panggilan dari Allah. Abram merasa tidak akan mungkin lagi baginya memiliki seorang anak di usianya yang sudah tua itu. Sehingga dia berpikir bahwa Eliezer, orang Damsyik hambanyalah yang akan menjadi pewaris dirinya. Tetapi rencana Allah tidak seperti yang dipikirkan oleh Abram. Allah kembali memperbarui janji-Nya kepada Abram bahwa yang akan menjadi pewarisnya adalah keturunannya sendiri, anak yang dilahirkan bagi dia. Abram kembali percaya dengan janji Allah, lalu dia mempersembahkan kurban kepada Allah sebagai rasa syukurnya. Di tengah rasa putus asanya, Abram kembali dikuatkan dan diingatkan dengan janji Allah.

Sering kali manusia ingin menyerah saat menghadapi masa sulit di dalam hidupnya. Seolah tidak ada lagi harapan atau jalan keluar. Abram dan Sanders mengajarkan hal yang berbeda. Mereka memiliki resiliensi dalam hidupnya. Resiliensi adalah kemampuan untuk beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit. Kita diberikan kemampuan untuk mengatasi tantangan, tetap kuat dalam menghadapi masalah, dan bangkit kembali setelah mengalami kesulitan. Bahkan di tengah kegagalan atau kesulitan yang kita hadapi, selalu ada rancangan Tuhan menyertai kita. Jangan pernah menyerah pada kehidupan! Hadapilah bersama Tuhan, niscaya ada keselamatan di dalam Tuhan bagi kita yang percaya. Amin. [cha].

“Kebanggaan terbesar kita bukanlah tidak pernah gagal,tetapi bangkit setiap kali kita gagal.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak