Doa Tak Pernah Gagal Pancaran Air Hidup 30 September 2022

Bacaan: 2 Raja-raja 19 : 8 – 20 | Pujian: KJ. 364
Nats:
“Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN.” (Ayat 19)

Di dunia ini, siapa yang tidak cemas ketika mendapat ancaman dari pihak yang terbukti nyata tidak hanya sekedar bicara. Wajar saja kita merasa cemas, itu bagian dari rasa yang dimiliki manusia ketika menghadapi ancaman. Tentu tidak berhenti pada rasa cemas saja, tetapi yang penting adalah bagaimana kita berupaya mencari solusi dan mencari pertolongan.  

Ketika Hizkia mendapatkan surat dari Sanherib, Raja Asyur yang berisi cemoohan kepada Allah, Hizkia bergegas ke rumah Tuhan. Ia berdoa, meletakkan persoalan yang dihadapinya di hadapan Allah. Sebagai langkah pertama menghadapi persoalan, ia menaruh harap dan bersandar kepada Allah. Ia mengungkapkan percayanya kepada Allah yang sanggup menyelamatkannya dan sanggup menunjukkan kuasa-Nya atas Israel. Memang Sanherib, Raja Asyur perkasa di hadapan bangsa-bangsa lain, tetapi di hadapan Allah mereka bukanlah apa-apa, Hizkia mengimani itu (Ay. 15-19). Hizkia mendapatkan jawab atas doa percayanya. Melalui nabi Yesaya, disebutkan bahwa apa yang telah didoakan Hizkia mengenai Sanherib telah didengar Tuhan Allah (Ay. 20). Tuhan memberikan penghiburan kepada Hizkia. (Ay. 21-34).

Dalam dunia saat ini, ancaman bisa datang dalam berbagai bentuk yang meresahkan. Persoalan bisa datang dari luar, namun juga bisa datang dari dalam. Hizkia mendapat celaan dari Raja Asyur untuk melemahkan imannya dan bangsanya, agar dia menyerah. Maka tepat jika Hizkia mengambil langkah pertama, datang kepada Tuhan Allah. Langkah pertama Hizkia ini patut pula menjadi langkah pertama kita ketika menghadapi persoalan. Krisis yang kita hadapi mengajarkan kita untuk datang kepada Tuhan, menyadari sepenuhnya bahwa hanya Tuhanlah yang sanggup menolong, tiada yang mustahil bagi-Nya. Alangkah sukacitanya apabila doa-doa kita, oleh karena percaya kita kepada Allah, telah didengar-Nya. Amin. [Sv].

“Doa adalah sumber daya yang tidak pernah gagal dari orang Kristen yang mengalami pencobaan,
baik bergumul dengan kesulitan lahiriah maupun batiniah.” (MHCC)

 

Bagikan Entri Ini: