Mengawali masa bakti periode 2025–2030, jajaran pengurus terpilih Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Satya Wacana melakukan kunjungan resmi ke kantor Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan (MA GKJW) di Malang. Kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat tali silaturahmi serta membangun sinergitas yang lebih dalam antara yayasan dengan gereja pendukung.
Rombongan YPTK Satya Wacana dipimpin langsung oleh Jeffrie Andrie Anderzon Lempas, M.Si. (Ketua) dan Frans Victor Kailola, S.E. (Sekretaris). Turut hadir mendampingi adalah Pdt. Suwito, unsur Pembina Yayasan yang juga merupakan utusan dari GKJW.
Kehadiran pengurus yayasan disambut hangat oleh Pelayan Harian Majelis Agung (PHMA) bersama para pendeta tugas khusus, di antaranya: Pdt. Natael Hermawan Prianto, S.Si, MBA. (Ketua MA), Pdt. Kristanto, S.Si. (Wakil Sekretaris Umum), Pdt. Sarwindra Rushdiahwati, S.Si, MBA. (Sekretaris Lintas Bidang), Pdt. Yosep Endro Prasetyo, S.Si. (Humas).
Dalam pertemuan tersebut, Jeffrie Lempas menekankan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah bentuk pertanggungjawaban moral kepada sinode pendukung.
“Sebagai pengurus terpilih, kami merasa perlu untuk memberikan laporan pertanggungjawaban kepada sinode pendukung. Ini adalah panggilan moral kami untuk memastikan komunikasi tetap berjalan dua arah,” ungkap Jeffrie.
Selain melaporkan kesiapan pengurus baru, pihak yayasan juga secara aktif meminta masukan dari GKJW mengenai kualitas dan output lulusan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Masukan ini dinilai krusial agar kurikulum dan karakter lulusan UKSW tetap relevan dengan kebutuhan pelayanan di lapangan.
Lebih lanjut, Jeffrie memaparkan berbagai peluang beasiswa dan kesempatan belajar bagi warga jemaat GKJW yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di UKSW. Tidak hanya di bidang akademik, kolaborasi juga akan diperluas melalui program Pengabdian Masyarakat di berbagai bidang yang dapat menyentuh langsung jemaat di akar rumput.
Menanggapi hal tersebut, Pdt. Natael Hermawan Prianto memberikan apresiasi tinggi. Beliau mengakui kontribusi besar UKSW dalam membentuk sumber daya manusia di lingkungan GKJW yang tidak hanya pendeta, melainkan juga bagi warga jemaat pada umumnya.
“Konteks pelayanan GKJW saat ini sebagian diantaranya diisi oleh para pendeta lulusan Fakultas Teologi UKSW. Kami berterima kasih atas upaya UKSW dalam mencetak tenaga pelayan yang semakin berkualitas dari waktu ke waktu,” ujar Pdt. Natael.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pdt. Natael membuka ruang komunikasi yang lebih luas bagi YPTK Satya Wacana. Beliau menawarkan wahana khusus bagi pengurus yayasan untuk menyampaikan aspirasi maupun program kerja dalam forum-forum resmi gereja, seperti di tengah Sidang Majelis Agung maupun Sidang Majelis Daerah.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus berjalan beriringan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.