Upacara HUT ke-80 Republik Indonesia

17 August 2025

17 Agustus 2025 di Minggu pagi yang cerah, suasana haru dan bangga terasa kental di kompleks kantor Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Mengingat pada momen itu, Upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia kembali digelar. Pelaksanaan upacara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud rasa syukur dan semangat nasionalisme yang mengakar kuat di hati.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Pdt. Natael Hermawan Prianto, MBA selaku Ketua Pelayan Harian Majelis Agung, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Di belakangnya, berdiri tegap Pdt. Dr. Agung Siswanto, M.Th. sebagai Perwira Upacara dan Pdt. Yosep Endro Prasetyo, S.Si. sebagai Komandan Upacara.

Momen haru dan khidmat semakin terasa ketika tiga pemuda-pemudi GKJW, Arya Prabandana, Neolika Abel, dan Tiara Ardiyanti, mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan diiringi oleh Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh Tim Paduan Suara gabungan GKJW Jemaat Sukun dan Jemaat Kedungkandang.

Suasana heningpun terasa semakin dalam ketika Pdt. Tri Agus Krisiwiadi, S.Si. membacakan teks Proklamasi, membawa suasana batin para peserta kembali menuju suasana pada saat teks proklamasi itu dibacakan untuk pertama kali. Demikoan pula pada saat pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Pdt. Kukuh Christanto, S.Si., mengingatkan pada seluruh peserta tentang dasar-dasar berdirinya bangsa dan negara Indonesia.

Dalam amanatnya, Pdt. Natael mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan makna kemerdekaan. Mengutip sambutan Walikota Malang, ia mengingatkan pentingnya mensyukuri dan merawat keberagaman yang menjadi warisan leluhur, yaitu para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan bangsa.

“… dan perlu kita sepakati bersama, bahwa kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan fisik, tetapi juga tentang kemampuan kita membebaskan diri dari keterbelakangan, ketidakadilan, dan kebodohan… marilah kita isi kemerdekaan ini dengan semangat gotong royong, kreativitas, inovasi, dan pengabdian di bidang kita masing-masing”, tegasnya.

Menjelang akhir, dibacakanlah Doa penutup yang berisi poin-poin doa untuk para pahlawan yang telah berjuang mewujudkan kemerdekaan bangsa, juga bagi para pemimpin bangsa saat ini, dan seluruh lapisan warga masyarakat agar senantiasa beroleh hikmat, kedamaian serta kesejahteraan. Doa tersebut dibawa oleh Pdt. Alfariko Bima, S.Fil. yang merupakan pendeta detasir di GKJW Jemaat Tulangbawang.

Tim Paduan Suara GKJW Jemaat Sukun, Kedungkandang dan Gadang, tidak hanya membawakan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta di tengah-tengah upacara, melainkan juga mempersembahkan tiga lagu nasional lain di bagian akhir yang tentu hal itu semakin membakar sukacita dan semangat nasionalisme seluruh peserta upacara.

Upacara ini menjadi ajang bertemu dan berkumpulnya berbagai elemen masyarakat. Tak hanya para pendeta dan karyawan di kantor Majelis Agung GKJW, upacara ini juga melibatkan satuan TNI dari Kodim 0833 Kota Malang, Koramil Sukun, anggota kesatuan Perhubungan Daerah Militer V/Brawijaya (HubDam V/Brawijaya), Gerakan Muda FKPPI, perwakilan Pengurus Yayasan Kesehatan GKJW, Yayasan Badan Pendidikan Kristen (YBPK) GKJW, perwakilan anggota Tanggul Bencana GKJW di area Malang, Tokoh Masyarakat dan Lintas Agama, serta Warga Masyarakat di lingkungan RW I kelurahan Sukun, Kota Malang.

Peringatan HUT ke-80 ini diakhiri dengan suasana penuh tawa dan kebersamaan. Setelah upacara, para peserta langsung diajak untuk terlibat dalam berbagai lomba tujuhbelasan yang ditata oleh para pemuda pemudi GKJW anggota dari Komunitas Basis Mahasiswa (KBM) Malang. Mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa, semuanya berpartisipasi dengan antusias. Acara perlombaan ini seolah menjadi penutup manis yang menegaskan bahwa semangat gotong royong dan persatuan tetap hidup di tengah masyarakat.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak