Sinergi Gereja-Gereja Jawa Menjawab Tantangan Perubahan Sosial

24 October 2026

Pada tanggal 22-23 Oktober 2026, Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) mengirimkan empat orang utusan untuk mengikuti Semiloka Penguatan Pemahaman Sinode-sinode Anggota BMGJ tentang Tantangan Gereja-gereja Jawa dan Perubahan Sosial yang diselenggarakan oleh SEKBER BMGJ di Aula Wisma Sabda Mulya Sinode GKJTU, Salatiga, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan berbagai sinode anggota BMGJ : GKJW, GKJTU, GITJ dan GKJ, sebagai ruang bersama untuk memperdalam pemahaman mengenai perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat dan dampaknya bagi kehidupan bergereja.

Peserta yang ditugaskan oleh Majelis Agung GKJW adalah Pdt. Sarwindra Rusdiahwati (GKJW Jemaat Waru), S.Si., MBA, Pdt. Dhaniel Rinadi Nugrahawan, S.Si. (GKJW Jemaat Gresik), Pdt. Rectha Eka Satria, M.Th. (GKJW Jemaat Sendang Biru), dan Pdt. Adinda Anggelia (GKJW Jemaat Tumpuk).

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan kebaktian pembuka yang dipimpin oleh Pdt. Juwasto. Setelah itu, peserta menerima sambutan dari MPH GKJTU dan SEKBER XV BMGJ, dilanjutkan dengan orientasi kegiatan. Suasana semiloka berlangsung dalam semangat kebersamaan dan dialog antar gereja untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap dinamika sosial yang dihadapi gereja-gereja Jawa saat ini.

Sesi utama pada hari pertama menghadirkan Prof. Sumanto Al Qurtuby dengan materi bertajuk “Membaca Perubahan Sosial dan Tantangan bagi Lembaga Keagamaan.” Melalui pemaparan tersebut, para peserta diajak melihat berbagai gejala perubahan sosial yang memengaruhi kehidupan masyarakat serta tantangan yang perlu direspons oleh lembaga-lembaga keagamaan, termasuk gereja.

Pada malam harinya dilaksanakan sesi berbagi pengalaman dari masing-masing sinode dengan tema “Bukti Perubahan Sosial dan Dampak Nyata di Gerejaku.” Melalui forum ini, para peserta saling bertukar pengalaman mengenai perubahan yang terjadi dalam konteks pelayanan masing-masing, sekaligus mendiskusikan berbagai pendekatan pelayanan yang relevan untuk menjawab kebutuhan zaman.

Hari kedua diawali dengan doa dan sesi pembelajaran dari GKJ. Beberapa rekan di GKJ berbagi tentang program ‘Sister Chruch’ GKJ Joglo yang dilakukan lintas jemaat. Program ini lahir dari semangat persaudaraan gerejawi untuk mendukung gereja-gereja yang membutuhkan melalui bantuan yang tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan secara berkelanjutan. Program ini bertujuan membangun relasi yang saling menguatkan antar gereja, mendorong kemandirian gereja mitra, serta melibatkan seluruh warga jemaat dalam pelayanan misioner yang transformatif. Selanjutnya peserta mengikuti kegiatan pemetaan potensi gereja dalam kelompok-kelompok diskusi. Melalui kegiatan ini, setiap sinode diajak mengenali kekuatan, sumber daya, dan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan untuk mendukung pelayanan yang berdampak bagi masyarakat.

Semiloka kemudian ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen bersama untuk menerapkan hasil-hasil pembelajaran dalam kehidupan dan pelayanan gereja masing-masing. Kehadiran utusan GKJW dalam kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat wawasan serta kapasitas gereja dalam membaca tanda-tanda zaman, merespons perubahan sosial secara bijaksana, dan menghadirkan pelayanan yang relevan, kontekstual, serta membawa damai sejahtera bagi masyarakat. Melalui perjumpaan dengan berbagai sinode anggota BMGJ, GKJW juga memperoleh kesempatan untuk mempererat jejaring kerja sama dan saling belajar dalam menjalankan panggilan gereja di tengah perubahan zaman.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak