GKJW & UK. Petra Jalin Kemitraan untuk Pemberdayaan Petani Kopi

21 June 2025

Bertempat di Pendopo Atas, Kompleks Kantor Majelis Agung GKJW. Universitas Kristen Petra (UK Petra) secara resmi meluncurkan Program Hibah Australia-Indonesia Institute (AII) yang berfokus pada penguatan tata kelola petani kopi di bawah naungan Pokja Pemberdayaan Ekonomi Warga (Pokja PEW) Majelis Agung GKJW pada hari Sabtu, 21 Juni 2025 . Acara peluncuran ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan UK Petra, perwakilan PHMA GKJW, serta kelompok tani penerima manfaat.

Pdt. Karji selaku Ketua Pokja Pokja PEW MA GKJW menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan dan terimakasih atas kehadiran segenap peserta yang telah berkenan memenuhi undangan yang disampaikan. Setelahnya, Pdt. Karji memimpin doa pembukaan.

Di sela-sela acara, Pdt. Karji menyampaikan bahwa terciptanya jejaring antara Pokja PEW Majelis Agung dengan UK. Petra sampai berujung pada peluncuran program hibah Australia-Indonesia Institut adalah berkat gerak lincah Bpk. Trianom Suryandaru, yang selama ini setia dan penuh kesabaran melakukan pendampingan kepada kelompok-kelompok tani melalui program “Patuwen Kopi”.

Selanjutnya, Ketua Tim UK Petra, Prof. Dr. Juniarti, memberikan sambutan sekaligus menjelaskan secara ringkas aktivitas hibah AII ini. Beliau menekankan komitmen UK Petra untuk mendukung keberlanjutan ekonomi petani kopi melalui strategi manajemen biaya-harga dan pemasaran kreatif. Bersyukur, melalui relasi yang dibangun oleh UK Petra, melalui Kerjasama Australia-Indonesia Institut, empat kelompok tani yang selama ini didampingi oleh GKJW berkesempatan menerima hibah dari kerjasama tersebut: Kelompok petani Sri Mojo -Mojowarno, Kelompok Petani Kopi Bangelan, Kelompok Petani Kopi Kucur, Kelompok Petani Kopi Jengger.

“Kami berharap dukungan yang diberikan tersebut dapat semakin menumbuhkan semangat dan tekad para kelompok tani sebagai penerimanya, utamanya dalam hal peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran. Jangan sampai hanya berhenti sampai di sini”, tegas Prof. Juniarti.

Sambutan juga diberikan oleh Ketua LPPM UK Petra, Dr. Yusita Kusumarini, S.Sn., M.Ds., yang menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas yang ada di masyarakat. Menurutnya, para mahasiswa perlu belajar dan terjun di lapangan, bersentuhan dengan setiap pergumulan yang ada dan dirasakan oleh masyarakat.

Dr. Yusita pun mengingatkan perlunya payung kerjasama yang bersifat legal dan formal antara GKJW dengan UK. Petra. Jika kerjasama yang selama ini dijalankan belum dibangun di atas MoU, maka hal itu perlu diadakan ke depannya. Tidak menutup kemungkinan, bentuk kerjasama itu dapat meluas ke berbagai bidang.

Pelayan Harian Majelis Agung GKJW, Pdt. Dr. Agung Siswanto, M.Th (Sekretaris Umum GKJW), menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini, yang sejalan dengan upaya gereja dalam memberdayakan umat. Pdt. Agung juga mengingatkan bahwa bertepatan dengan pelaksanaan acara ini, tanggal 21 Juni dicanangkan oleh pemerintah menjadi Hari Krida Pertanian, sebuah upaya untuk menghargai dan mengenang jasa para petani, peternak, pegawai, dan pengusaha di sektor pertanian, yang berkontribusi pada pembangunan pertanian Indonesia.

Pdt. Agung pun mempaparkan peta geografis ruang lingkup pelayanan GKJW yang tersebar mulai Kabupaten Ngawi sampai dengan Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Mayoritas warga Jemaat GKJW berada di pedesaan yang sangat akrab dengan dunia pertanian.

“Namun, seiring berjalannya waktu, banyak generasi muda di desa yang tidak memiliki ketertarikan untuk terjun dalam dunia pertanian”. Ungkap Pdt. Agung.

Wakil Rektor Bidang Akademik UK Petra, Prof. Dr. Juliana Anggono, ST., M.Sc. Dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar program ini dapat memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan petani kopi yang didampingi oleh Majelis Agung GKJW, melalui Pokja Pemberdayaan Ekonomi Warga.

Prof. Juliana menyoroti pentingnya keberlangsungan produk-produk pertanian untuk mendukung keberlangsungan kehidupan. Utamanya ketika berbicara tentang masa depan petani kopi, Prof. Juliana memprediksi bahwa dengan menjamurnya cafe-cafe di pusat kota peluang para petani kopi semakin terbuka.

“UK. Petra akan berkomitmen untuk membersamai GKJW. Apalagi dalam sejarahnya kami ketahui bahwa GKJW adalah salah satu gereja pendukung berdirinya UK Petra”, ungkap Prof. Juliana dengan penuh antusias.

Puncak acara, yaitu peresmian dan peluncuran program, ditandai dengan pemukulan kenong oleh Prof. Juliana yang didampingi oleh Pdt. Agung Siswanto. Dengan demikian program hibah tersebut secara resmi diluncurkan dan acarapun dilanjutkan dengan beberapa agenda pendampingan dan workshop.

Perwakilan kelompok tani yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan terhadap program hibah yang diterimanya. Perwakilan kelompok tani dari Mojowarno, Bpk. Rokhim, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah setia mendampingi dan memberikan segala arahan kepada para kelompok tani. Beliau mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan oleh GKJW beserta UK Petra dan berharap program ini dapat membantu petani dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depannya.

Sebagai bentuk penghargaan, Pdt. Agung Siswanto kemudian menyerahkan cinderamata kepada pihak UK Petra. Cindera mata tersebut berupa produk-produk yang dihasilkan oleh para kelompok tani, berupa Beras Sehat dari kelompok tani Srimojo-Mojowarno, Kaos Patuwen Kopi, serta produk olahan kopi dari para kelompok tani patuwen kopi yang hadir.

Acara dilanjutkan dengan sesi istirahat sejenak sambil menikmati kopi, yang menjadi simbol komoditas utama dari program ini. Setelahnya, para peserta kemudian diajak untuk memasuki sesi pendalaman dan konsultasi, di mana Prof. Dr. Juniarti memaparkan materi penting mengenai manajemen keuangan bagi para petani. Sesi ini memberikan bekal praktis bagi petani dalam mengelola usaha mereka.

Program ini ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut antara Tim UK Petra dan kelompok tani Patuwen Kopi, memastikan keberlanjutan implementasi program dan monitoring progres ke depan. Diharapkan program hibah AII ini mampu menciptakan tata kelola yang lebih kuat dan meningkatkan daya saing petani kopi Indonesia di pasar.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak