Ngener, Bener, lan Pener Pembinaan Vikaris GKJW 2026

10 May 2026

Di tengah tantangan zaman yang penuh ketidakpastian dan kecemasan—atau yang sering disebut sebagai liquid modernity—gereja terus berupaya membekali para calon pelayannya dengan fondasi yang kokoh. Sejak Selasa-Kamis, 5-7 Mei, sebanyak 12 orang Vikar mengikuti pembinaan intensif bertajuk “Pangon: Ngener, Bener, lan Pener” yang dipusatkan di Kapel dan Pendapa Atas Kantor Majelis Agung GKJW.

Para peserta yang terdiri dari Vik. Ananda Teresia Cahya Putri, Vik. Yefta Bagus Nugraha, Andreas Kristiyanto, Vik. Mettania Putri Prasasti, Vik. Prabandari Puspitaning Rahardiani, Vik. Innov Karenhapukh, Vik. Ferehs Mulia Wati, Vik. Widya Wahyu Agustin, Vik. Joko Ardiansah, Vik. Yulius Hari Prianto, hingga Vik. Yunita Sania Putri, diajak untuk merefleksikan kembali fungsi penggembalaan agar tidak hanya menjadi simbol, melainkan benar-benar teruji dan berakar di tengah situasi yang volatil dan kontekstual dengan kondisi GKJW saat ini.

Selama proses pembinaan, para calon pelayan ini diajak untuk menghidupi filosofi Ngener, yaitu membangun arah batin yang tertuju kepada Tuhan sebagai sumber visi dan keteguhan pelayanan. Fokus ini kemudian diperkuat dengan nilai Bener yang menegaskan integritas melalui keselarasan antara kata dan laku, sehingga di tengah krisis, seorang gembala tetap mampu berdiri tegak dalam kebenaran.

Pdt. Retnosari mengawali rangkaian sesi dengan menekankan pentingnya spiritualitas dan etika pendeta, yang kemudian disambung oleh Pdt. Agus Budi dalam materi patuwen untuk melatih kepekaan vikar dalam merawat serta memulihkan umat yang rapuh melalui kehadiran yang setia. Memasuki hari kedua dan ketiga, pembinaan berfokus pada dimensi Pener yang menghadirkan etika serta kemampuan bertindak secara tepat dan bijaksana dalam menghadapi situasi kompleks. Para Vikar mendalami peran liturgi dan homiletika sebagai ruang pemulihan bagi umat yang gelisah melalui bimbingan Pdt. Dikky Agung T. dan Pdt. Gideon Hendro Buono.

Selain itu, mereka juga dibekali pemahaman mengenai stewardship atau pengelolaan aset gereja secara bertanggung jawab oleh Pdt. Dadi Wirawan, agar seluruh sumber daya gereja dapat secara efektif menopang kehidupan jemaat di masa-masa sulit. Aspek praktis lainnya yang menjadi sorotan adalah pelatihan analisa komunitas yang dipandu oleh Julia Thissen dan Pdt. Hardiyan untuk menyelami realitas jemaat dengan lebih jernih. Melalui sesi ini, para Vikar dilatih untuk menangkap kegelisahan yang sering kali tidak terungkap di tengah masyarakat dan memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil merupakan hasil discernment yang matang, bukan sekadar reaksi panik terhadap masalah yang muncul.

Kedalaman spiritualitas mereka juga tetap dijaga melalui praktik rutin Lectio Divina dan Centering Prayer sebagai upaya menjaga arah batin yang bakoh selama tiga hari masa pembinaan tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan Kebaktian Pengutusan pada Kamis sore yang dipimpin oleh Pdt. Dikky Agung sebagai tanda kesiapan para calon pelayan untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat ke tengah jemaat.

Dengan kerangka pembinaan “Ngener, Bener, lan Pener”, para vikar diharapkan mampu menghadirkan penggembalaan yang sungguh merawat dan memulihkan, bahkan di tengah dunia yang gaduh. Harapannya, ke-12 peserta ini akan tumbuh menjadi pemimpin yang memiliki integritas yang dapat dipercaya serta kepekaan etis yang tajam dalam menjawab tantangan zaman.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak