Dalam rangkaian kegiatan mensyukuri berkat Tuhan di Hari Ulang Tahun ke-94 lahirnya Greja Kristen Jawi Wetan, pada Senin, 15 Desember 2025, para pendeta dan karyawan kantor Majelis Agung melakukan ziarah ke makam para leluhur GKJW di Ngoro dan Mojowarno.
Titik kumpul pertama di GKJW Jemaat Ngoro. Di sana rombongan disambut oleh Pelayan Harian Majelis Daerah (PHMD) Jombang Surabaya Barat dan beberapa anggota Majelis dan warga Jemaat GKJW Ngoro. Ketua Majelis Agung, Pdt. Natael Hermawan Prianto menyampaikan, bahwa tradisi ziarah ke makam leluhur GKJW dilakukan, selain dalam rangka mensyukuri hari jadi GKJW, kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka upaya menghidupkan kembali semangat para leluhur itu bagi generasi saat ini.

Ziarah Pertama di Makam C.L. Coolen di Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang dibuka dengan ibadah singkat oleh Pdt. Hardiyan Triasmoroadi (Direktur IPTh. Balewiyata). Para peserta ziarah mendapat kesempatan untuk mendengarkan ringkasan riwayat hidup dan pelayanan yang dilakukan oleh C.L. Coolen selama hidupnya, termasuk pembacaan rapal dalam bahasa Jawa yang merupakan bentuk ajaran C.L. Coolen untuk memahamkan sahadat Iman Kristen kepada para pengikutnya.
Peserta rombongan ziarah secara bergantian menaburkan bunga di atas pusara C.L. Coolen beserta beberapa makam anggota keluarga inti yang berada di sebelah makamnya.


Perjalanan ziarah dilanjutkan ke komplek Pemakaman Desa Mojowangi, Kec. Mojowarno. Ibadah singkat dilakukan di depan makam Paulus Tosari, salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah GKJW yang saat itu masih dalam konteks pertumbuhan persekutuan Kristen mula-mula.

Dilayani oleh Pdt. Yulius Setyo Nugroho (staf IPTh. Balewiyata) dengan menggunakan bahasa Jawa. Setelah pembacaan riwayat hidup dan pelayanan Paulus Tosari, Pdt. Kristanto (Wasekum) juga melantunkan tembang “Serat Rasa Sejati”, yang merupakan tembang ungkapan iman Paulus Tosari.

Peserta rombongan juga melakukan tabur bunga ke pusara tokoh-tokoh sejarah lainnya: Pdt. Johannes Kruijt, Pdt. Ary Kruijt, Kjai Karoloes Wirjagoena (Pemimpin babat alas Keratjil), M.B. Ismael (Dokter Jawa) dan beberapa tokoh lainnya.
Para peserta rombongan ziarah beranjak ke pemakaman Pdt. J.E. Jellesma yang lokasinya terletak di tengah padatnya permukiman penduduk Dusun Mojoroto, Kec. Mojowarno, Jombang.
Ibadah singkat dan pembacaan riwayat hidup dan pelayanan Pdt. J.E. Jellesma kali ini dipimpin oleh Pdt. Ardi Rahardianto (SekBid. Teologi). Julia Thisen (tenaga Co-worker UEM yang ditempatkan di GKJW) yang juga menguasai bahasa Belanda, memimpin doa dalam bahasa ibu yang digunakan Pdt. J.E. Jellesma tersebut. Konon, Pdt. J.E. Jellesma tadinya tidak sendiri dimakamkan di sana, namun kini hanya tinggal makam mendiang bersama ketiga anaknya yang lebih dahulu berpulang.
Titik terakhir yang menjadi tujuan peziarahan adalah makam Kyai Abisai Ditotruno yang bersebelahan dengan Makam Enos Singatruna di persimpangan jalan Desa Mojowarno. Dalam sejarahnya, Abisai Ditotruno adalah orang pertama di Mojowarno yang menerima tanda baptis.

Ketokohannya selain dikenal di kalangan GKJW sebagai pembawa warta Injil, juga dikenal di kalangan Masyarakat Desa Mojowarno, sebagai tokoh babat alas hutan Keratjil (cikal bakal Desa Mojowarno). Di titik perziarah ini, Pdt. Kristanto menaikkan doa dalam bentuk lantunan tembang Jawa yang menyentuh hati.
Upaya mensyukuri Hari Ulang Tahun GKJW dalam bentuk ziarah ke makam tokoh-tokoh penting yang menjadi cikal bakal bertumbuh dan berdirinya GKJW akan dilanjutkan di masa-masa yang akan datang, termasuk juga merambah ke makam-makam tokoh penting Java Comite, di wilayah Timur Jawa Timur.