Jemaat Mandiri ke-178: GKJW Jemaat Boro

11 September 2022

Greja Kristen Jawi Wetan mendewasakan kembali satu calon jemaatnya menjadi jemaat mandiri. GKJW Jemaat Boro diresmikan sebagai jemaat mandiri ke-178 GKJW dalam sebuah ibadah tanggal 11 September 2022.

GKJW Jemaat Boro sebelumnya adalah bagian dari GKJW Jemaat Peniwen, Malang. Perjalanan GKJW Jemaat Boro dimulai pada tahun 1967 saat persekutuan kristen disana ditingkatkan statusnya sebagai pepanthan.  Pada tahun 2016, Pepanthan Boro diubah statusnya menjadi calon jemaat dan selanjutnya ditetapkan sebagai jemaat mandiri ke-178 GKJW pada Sidang Majelis Agung ke-119/ tahun 2022 GKJW di Sengkaling.

Pendewasaan Calon Jemaat Boro dilayani oleh Ketua Majelis Agung GKJW Pdt. Natael Hermawan Prianto. Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Natael menyitir 1 Timotius 1:12-17 tentang ungkapan syukur Rasul Paulus atas anugerah Tuhan dalam hidupnya. Tuhan telah berkenan menerima masa lalu Paulus sebagai orang yang pernah menghujat Tuhan dan menganiaya pengikut Kristus secara bengis. Tuhan bahkan berkenan memakainya sebagai rekan kerja Tuhan untuk mewartakan ajaran dan Firman-Nya.

Pdt. Natael melanjutkan, tidak perlu dipersoalkan bagaimana cara Tuhan memanggil dan memakai seseorang untuk menjadi umat dan rekan kerja-Nya. Hal yang jauh lebih penting adalah apakah kehidupan iman kita bertumbuh sehingga keberadaan kita bermakna dan menjadi berkat bagi sesama? Apakah kita sungguh-sungguh dan setia menjalankan kehidupan sebagai umat dan rekan kerja-Nya itu?

Sebagai jemaat yang baru didewasakan, tentu ada begitu banyak kisah cerita dan peristiwa tentang karya-karya Tuhan sehingga Jemaat Boro ini dapat bertumbuh dan dapat berdiri tegak meski menghadapi beragam rintangan/kesulitan. Tuhan telah menjadikan Jemaat Boro menjadi jemaat dewasa dan memberinya tugas yang lebih besar untuk menjadi rekan kerja-Nya.

Prosesi pendewasan kemudian ditandai dengan pengakuan dan janji warga GKJW Calon Jemaat Boro, pelantikan penatua dan diaken jemaat yang baru, penyerahan Surat Keputusan Pendewasaan dari Majelis Agung GKJW, dan penandatanganan prasasti. Dalam ibadah pendewasaan ini dilantik pula Pdt. Andriono Cipto Santoso (pendeta baku GKJW Jemaat Peniwen) sebagai pendeta konsulen GKJW jemaat Boro oleh Ketua Majelis Daerah Malang I, Pdt. Kukuh Iman Kristiawan.

GKJW Jemaat Boro terletak di Besa Boro, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Pada tahun 2021 Calon jemaat Boro memiliki 506 orang anggota (176 kepala keluarga) yang kebanyakan berprofesi sebagai petani padi. Saat didewasakan, GKJW Jemaat Boro sudah langsung memiliki 4 pepantahan yaitu pepanthan Tunggorono, Sidorejo, Gunungsari, dan Mintoragan. Keempat pepanthan tersebut sebelumnya adalah juga bagian dari GKJW Jemaat Peniwen wilayah barat.

Cuplikan ibadah pendewasaan GKJW Jemaat Boro dapat disaksikan melalui video diatas.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak