Dalam Hening, Aku Bening Khalwat Pendeta GKJW

18 June 2025

Beberapa pendeta Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) kembali dipanggil untuk mengikuti masa retret spiritual dalam kegiatan Khalwat Pendeta. Khalwat yang mengusung tema “Dalam Hening, Aku Bening” ini, dilaksanakan pada 9-14 Juni 2025.

Pada Khalwat periode ini difokuskan pada pentingnya keheningan dan kejernihan diri sebagai bagian integral dari kehidupan seorang pendeta, baik sebagai individu maupun sebagai pelayan Tuhan.

Empat pendeta turut serta dalam khalwat ini, yaitu Pdt. Yoyada Nandhi Wardana dari GKJW Jemaat Glagahan, Pdt. Lantikaningrum dari GKJW Jemaat Menganti, Pdt. Joko Hadi Wibowo dari GKJW Jemaat Jombang, dan Pdt. Rendra Andi Christianto dari GKJW Jemaat Padangan.

Tema yang diusung oleh Majelis Agung GKJW melalui Tim Pendamping berakar pada tradisi hening yang telah dihidupi oleh tokoh-tokoh iman dalam Alkitab pada masa-masa krusial hidup mereka. Sebut saja Musa, yang menyepi di gunung untuk menerima Taurat; Elia, yang menemukan keberanian imannya dalam kesendirian yang penuh keterbatasan; dan Yesus, yang berpuasa serta mengasingkan diri di padang gurun sebelum memulai karya-Nya. Filosofinya sederhana: Allah, yang adalah Roh, dapat ditemui oleh Roh. Kesediaan untuk meninggalkan kedirian menajamkan Roh, memampukan pendeta untuk mengelola diri dan meneguhkan kembali panggilannya dalam keheningan.

Rangkaian Tema dan Pembicara
Khalwat kali ini dirancang dengan enam tema utama, masing-masing dipandu oleh pendeta yang diminta untuk membantu para peserta berproses, yaitu: Pdt. Ari Mustyorini, Pdt. Hardiyan Triasmoroadi, Pdt. Gideon Hendro Buwono, dan Pdt. Nicky Widyaningrum.

Selama enam hari lamanya para peserta khalwat diajak untuk berproses dalam keheningan dengan agenda besar sebagai berikut:

Hari Pertama: “Mengapa Aku Pendeta?” (Bersama Pdt. Ari Mustyorini). Hari pertama ini mengajak peserta untuk merefleksikan kembali panggilan awal mereka, menelusuri integritas diri, serta mengurai berkat dan luka yang telah membentuk perjalanan hidup mereka hingga kini.

Hari Kedua: “Membangun Tradisi Hening – Baik dalam Keheningan, Maupun dalam Keriuhan.” (Bersama Pdt. Hardiyan Triasmoroadi). Peserta diajak menyelami makna keheningan dan bagaimana spiritualitas dapat membimbing mereka menuju ketenangan batin. Fokusnya adalah mencapai kejernihan diri yang tidak terpengaruh oleh hiruk-pikuk dunia luar.

Hari Ketiga: “Menghidupi Keheningan dalam Pembuatan Keputusan.” (Bersama Pdt. Gideon Buono). Sesi ini berpusat pada proses pengambilan keputusan. Para pendeta diajak meneliti pola-pola keputusan mereka, memahami dorongan di baliknya, dan menajamkan intuisi dalam keheningan untuk pilihan-pilihan yang lebih bijak.

Hari Keempat: “Keheningan bersama Keluarga.” (Bersama Pdt. Nicky Widyaningrum). Pada hari ini, peserta diajak merefleksikan bagaimana keheningan dan kejernihan hidup dapat dihayati dalam konteks keluarga pendeta, serta mengidentifikasi halangan-halangan yang mungkin muncul.

Hari Kelima: “Kembali Bertanya pada Diri.” (Bersama Timping). Ini adalah momen refleksi mendalam, di mana para pendeta didorong untuk mewujudkan pemikiran dan perasaan mereka dalam sebuah karya seni atau bentuk ekspresi lain, yang kemudian akan dibagikan bersama rekan-rekan pada malam harinya.

Dan pada Hari Keenam: “Komitmen dan Pengutusan.” (Bersama Timping). Sebagai penutup, peserta akan merumuskan komitmen pribadi dan diteguhkan kembali dalam pengutusan mereka sebagai pendeta GKJW, membawa bekal kejernihan dari pengalaman khalwat ini.

Kegiatan khalwat ini diharapkan dapat membekali para pendeta dengan ketenangan batin dan kejernihan spiritual, membantu mereka menjalani panggilan dengan integritas dan dampak yang lebih besar dalam pelayanan di GKJW.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak