Bacaan: Mazmur 34:19
Nats: “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” (Ayat 19)
Mazmur yang penuh penghiburan ini ditulis Daud dari pengalaman hidupnya yang sangat nyata dan sangat personal. Dia bukan sekadar menulis sebuah teori teologis yang terdengar bagus. Dia sedang mengungkapkan kebenaran yang sudah dia alami sendiri berkali-kali dalam hidupnya yang penuh pergolakan itu: Allah itu justru paling dekat dan paling nyata kehadiran-Nya di saat hati kita sedang paling hancur dan paling remuk. Bukan hanya saat segalanya berjalan lancar dan kita riang gembira — tapi justru di saat kita paling lemah, paling sedih, paling tidak berdaya, dan paling membutuhkan-Nya, Allah ada paling dekat dengan kita.
Apakah kamu pernah merasakan hati yang ‘hancur’ dan ‘remuk’? Mungkin karena mendapat nilai yang sangat mengecewakan padahal sudah belajar dengan keras. Mungkin karena dikucilkan teman-teman di sekolah tanpa tahu alasannya. Mungkin karena kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat berharga bagimu. Mungkin karena pertengkaran keluarga yang membuat rumah terasa tidak lagi aman dan nyaman. Di saat-saat paling gelap dan paling menyakitkan itulah, Allah justru paling dekat denganmu! Jangan tutup hatimu dari Allah saat kamu sedang sedih dan terluka. Justru di saat itulah, bukalah hatimu selebar-lebarnya dan biarkan Allah masuk dan menghiburmu dengan kasih-Nya yang tidak terbatas. Amin.
Doaku: Ya Tuhan, bukalah hatiku dan hiburlah aku. Amin
