Bacaan: 1 Samuel 18:29
“Saul semakin takut kepada Daud dan Saul menjadi seteru Daud sepanjang hidupnya.”
Bayangkan situasi ini: kamu baru saja melakukan sesuatu yang luar biasa baik, semua orang senang dan memujimu, dan hidupmu terasa sedang berada di puncak yang menyenangkan. Lalu tiba-tiba, tanpa peringatan apapun, orang yang seharusnya menjadi pelindung dan pendukungu justru berubah total menjadi musuhmu yang paling berbahaya. Itulah yang dialami Daud secara nyata. Raja Saul yang awalnya sangat menyukai dan membutuhkan Daud, kini dipenuhi rasa iri hati yang menggelapkan pikirannya, sehingga dia membenci dan ingin membunuh Daud. Hidup Daud berubah total dalam sekejap — dari posisi terhormat sebagai orang kesayangan raja, dia menjadi buronan yang terus dikejar-kejar untuk dibunuh oleh orang-orang Saul.
Kadang hidup kita juga bisa berubah secara mendadak dan jauh dari apa yang kita harapkan. Teman baik yang sangat kita percaya bisa tiba-tiba berbalik dan menyakiti kita. Situasi keluarga yang tadinya nyaman dan aman bisa tiba-tiba menjadi tegang dan penuh konflik. Orang yang kita percaya dan kagumi bisa mengecewakan kita dengan cara yang sangat menyakitkan. Di saat-saat yang sangat berat dan mengejutkan seperti itulah, iman kita yang sesungguhnya sedang diuji. Yang menentukan bukan hanya seperti apa situasi yang kita hadapi, tapi bagaimana kita merespons situasi itu — apakah dengan kepahitan dan putus asa, atau dengan tetap berpegang teguh kepada Allah yang tidak pernah berubah?
Doaku: Tuhan, kuatkan aku untuk setia padaMu saat hidup yang aku jalani terasa berat dan penuh beban.
