Bacaan: 1 Samuel 16:12–13
Nats: TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” Lalu Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud ditengah-tengah saudaranya. (1 Samuel 16:12–13a)
Daud adalah anak bungsu dari delapan bersaudara — alias anak paling kecil dan yang paling sedikit dianggap penting dalam keluarga itu. Saat Samuel datang dan meminta Isai menghadirkan semua anak-anaknya, Daud bahkan tidak diundang masuk ke dalam rumah. Dia dibiarkan tetap di luar, di padang rumput, menjaga domba-domba seperti biasanya. Orang-orang tidak terlalu memperhatikannya — seolah-olah dia tidak ada di sana. Tapi Allah justru tidak melupakan si bungsu yang ada di padang itu. Allah sendiri yang meminta Samuel: ‘Pergilah mengambil dia, karena inilah yang Aku pilih!’
Mungkin kamu juga kadang merasa tidak dianggap — sebagai adik yang sering dikesampingkan keputusannya, sebagai murid yang jarang mendapat pujian dari guru, atau sebagai anak yang suaranya tidak begitu didengar dalam diskusi keluarga. Perasaan seperti itu bisa sangat menyakitkan dan membuat kita putus asa. Tapi ingatlah satu hal yang sangat penting ini: Allah tidak pernah melupakanmu! Sama seperti Dia mengingat Daud yang ada di padang rumput itu, Allah juga selalu mengingat dan memperhatikanmu. Dia sudah punya rencana yang indah dan luar biasa untukmu — rencana yang jauh melampaui apa yang bisa kamu bayangkan sekarang. Kamu sangat berharga dan sangat diingat oleh Allah! Amin.
Aktivitas:

Doaku: Terima kasih Tuhan karena selalu mengganggapku berharga.